Kritikus Faizal Assegaf menyindir lembaga survei rela menjadi babu dinasti politik untuk pasangan nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Karena lembaga survei tersebut berulang kali mengklaim bahwa Prabowo-Gibran bisa menang satu putaran di Pilpres 2024, padahal menurutnya datanya tidak jelas asal-usulnya, sehingga ia merasa pihak mereka memang sangat takut menghadapi perubahan.
Baca Juga: Prabowo Diberi Tahu Bukan Sekadar Hak Politik Mahfud MD Putuskan Mundur
"Survei pro dinasti Jokowi yang getol klaim Prabowo - Gibran menang satu putaran, tersirat datanya dari rumah sakit jiwa dan kebun binatang. Begitu takutnya gadapi gelombang besar perubahan, kawanan lembaga survei rela jadi 'babu dinasti politik' untuk menipu rakyat," ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (1/2).
??
— Faizal Assegaf (@faizalassegaf) February 1, 2024
Survei pro dinasti Jokowi yang getol klaim Prabowo - Gibran menang satu putaran, tersirat datanya dari rumah sakit jiwa dan kebun binatang.
Begitu takutnya gadapi gelombang besar perubahan, kawanan lembaga survei rela jadi 'babu dinasti politik' untuk menipu rakyat.
*FA*
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi pertama dengan elektabilitas 50,7 persen, artinya sudah melawati ambang batas satu putaran.
Di urutan kedua adalah pasangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar di angka 22 persen, dan disusul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan 19,7 persen. Suara tidak sah atau salah mencoblos 0,7 persen dan masih merahasiakan pilihannya 6,9 persen.
"Elektabilitas Prabowo-Gibran sudah melewati magic number atau angka Pilpres satu putaran," kata Peneliti utama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Al Faraby, dalam paparan di Jakarta, Selasa (30/1/2024), dikutip dari Republika.