Omongan Bahar Tak Salah, Hanya Saja...

Omongan Bahar Tak Salah, Hanya Saja... Kredit Foto: Raisan Al Farisi

Belum lama sejak dirinya bebas dari penjara, Habib Bahar bin Smith kini kembali menjadi sorotan karena melontarkan pernyataan pedas kepada KSAD Jendral Dudung Abdurachman. Bahar mengatakan jika ulama Arab tidak datang ke Indonesia maka Dudung akan masih menyembah pohon.

Adapun hal tersebut disampaikannya pada sebuah video ceramahnya yang viral di media sosial. Ia disebut mengatakan hal itu sehubungan dengan status Dudung yang kini cenderung dimusuhi oleh pihak-pihak simpatisan Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI), termasuk Bahar sendiri.

Hal ini dikarenakan sikap Dudung yang memang terkenal tegas terhadap ormas Islam yang kini sudah dibekukan tersebut. Seperti diketahui, Dudung dulu sempat menurunkan Baliho Habib Rizieq saat dirinya masih menjabat sebagai Pangkostrad. Dudung juga sempat menjadi sasaran kritik sejumlah umat Islam karena bersikap baik terhadap OPM di Papua namun keras terhadap ormas Islam seperti FPI.

Karena hal ini pula, Bahar menyindir Dudung dengan menyebutnya sebagai 'Jenderal Baliho' dan menyebut bahwa dirinya akan masih menyembah pohon apabila ulama Arab tak datang ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Islam yang menyembah Allah SWT.

"Ada satu jenderal, namanya jenderal baliho. OPM dirangkul, ormas Islam dimusuhi," kata Bahar.

"Kalau tidak ada para ulama, para habaib yang datang dari Arab ke Indonesia, si Dudung masih nyembah pohon," sambungnya.

Baca Juga: Habib Bahar Semakin Menjadi-jadi Serang KSAD: Kalau Tidak Ada Ulama dari Arab ke Indonesia, Si Dudung Masih Nyembah Pohon

Jika ditinjau, sebenarnya tak ada yang salah dengan pernyataan Bahar. Memang benar bahwa dari beberapa catatan sejarah, Islam bisa hadir di Indonesia memang berkat kedatangan orang-orang Arab yang singgah di Sumatera Utara, tepatnya di daerah Perlak. Salah satu bukti yang menguatkan adalah keberadaan Kerajaan Samudera Pasai sebagai kesultanan Islam pertama di Nusantara yang letaknya di Sumatera Utara.

Adapun sebelum masuknya Islam ke Tanah Air, masyarakat Nusantara di zaman dahulu kebanyakan sudah menganut agama Hindu ataupun Buddha dengan berbagai kerajaannya yang tersebar. Selain itu, sebagian masyarakat lainnya masih menganut kepercayaan animisme maupun dinamisme yang memang sudah menjadi kepercayaan sejak zaman dahulu.

Hanya saja, pernyataan Bahar tersebut cenderung bersifat sentimental dikarenakan sikap Dudung yang memang keras terhadap kelompok yang sejalan dengan Bahar. Bukan tanpa alasan, Bahar, seperti halnya Rizieq dan FPI memang kerap membuat gaduh dan meresahkan masyarakat dengan membawa agama Islam dan slogan 'amar maruf nahi munkar' yang membuat mereka kerap melakukan tindak kekerasan kepada pihak yang tak sejalan dengan mereka.

Selain itu, seringkali agenda-agenda yang mereka jalankan kerap bertentangan dengan hukum dan aturan yang berlaku di masyarakat. Sebut saja pelaksanaan Reuni 212 awal Desember lalu yang mana melanggar protokol kesehatan pandemi Covid-19 dan mengabaikan instruksi dari pihak berwajib.

Belum lagi kasus-kasus yang menjerat Rizieq sebagai Imam Besar FPI yang mana tidak mencontohkan ulama yang bisa menjadi suri tauladan yang baik. Protokol kesehatan pandemi Covid-19 yang sudah banyak memakan korban saja berani ia abaikan lewat sejumlah agenda-agenda yang minim urgensi.

Adapun Bahar sendiri tak jauh berbeda dengan Rizieq dengan sejumlah kasus yang berulang kali menjeratnya. Bahar memang terkenal sebagai sosok yang tampak tak sulit untuk melakukan tindak kekerasan terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengannya, salah satunya adalah sejumlah kasus kekerasan yang kerap melibatkan dirinya beberapa waktu silam.

Bahar sebenarnya adalah sosok yang baik dan kerap memberikan pandangan yang baik pula, salah satunya pernah dibeberkannya pada podcast Refly Harun beberapa waktu lalu. Namun memang sikap kerasnya lah yang dalam pandangan masyarakat lebih menonjol sehingga masyarakat sudah cenderung resah dan antipati terhadap dirinya.

Baca Juga: Habib Bahar Bongkar Semuanya, Dengerin Nih!

Adapun secara umum, tak ada yang salah dengan masyarakat penyembah pohon yang memang sudah menjadi agama adat Nusantara sejak zaman dahulu, selama tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat lainnya. Sebaliknya, menjadi Muslim namun kerap bertentangan dengan hukum yang sudah disepakati dan mengganggu ketenteraman sekitar justru malah akan merusak persatuan dan bahkan nama baik Islam itu sendiri.

Indonesia memang merupakan negara dengan masyarakat Muslim terbanyak dan menjadi mayoritas, namun bukan sebagai negara berhukum Islam. Indonesia adalah negara demokrasi berasaskan Pancasila dan UUD 1945 yang menaungi lintas suku, ras, dan agama, sehingga tidak relevan apabila masyarakat yang bukan Muslim dipaksa untuk menjalankan aturan-aturan sesuai ajaran Islam.

Terkait Dudung, dirinya juga bersikap tegas kepada ormas-ormas Islam seperti FPI bukan dikarenakan dirinya antipati dengan Islam, namun karena penyimpangan yang dilakukan ormas-ormas tersebut terhadap hukum yang berlaku dan kemaslahatan masyarakat banyak yang heterogen. Dudung sendiri diketahui merupakan keturunan salah satu tokoh besar Islam yang menjadi bagian dari Wali Songo, yakni Sunan Gunung Jati.

Hanya saja, memang Dudung terkenal kerap kali menyampaikan komentar-komentar kontroversial soal agama, khususnya Islam, yang kerap menjadi sumber polemik masyarakat Muslim, meskipun terkadang hal yang dikatakannya bersifat benar. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu alasan mengapa Bahar tergerak untuk menyindir Dudung pada ceramahnya tersebut.

Baca Juga: Gegara Kelakuan Habib Bahar, Keturunan Bin Smith Pada Kesal: Anak Baru Kemarin!

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini