Pegiat media sosial Rudi Valinka mengungkapkan bahwa cawapres nomor urut tiga Mahfud MD dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus menunggu perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mundur sebagai pejabat negara.
Rudi Valinka pun merasa takjub dengan Ahok dan Mahfud MD yang menuruti perintah Megawati untuk mundur dari lingkaran pemerintah, dan membuatnya mengambil kesimpulan bahwa para 'petugas partai' PDIP lebih patuh.
Baca Juga: IKN Harus Dibatalkan Jika Prabowo Ingin Wujudkan Program Makan Siang Gratis
"Mahfud dan Ahok Mundur karena harus nunggu restu bu ketum. Bayangkan kalo orang biasa aja nurut dengan perintah Ketum gimana mereka yang beneran jadi petugas partai?" ungkapnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (6/2).
Karenanya ia merasa hormat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang lebih memilih rakyat daripada menuruti perintah Megawati. "Dari sinilah gue salut dan hormat kepada presiden @jokowi. Beliau berani melawan aturan ini demi Rakyat Indonesia," imbuhnya.
Mahfud dan Ahok Mundur krn hrs nunggu restu bu ketum.
— RUDI VALINKA (@kurawa) February 5, 2024
Bayangkan kalo orang biasa aja nurut dengan perintah Ketum gimana mereka yg beneran jadi petugas partai ?
Dari sinilah gue salut dan hormat kepada presiden @jokowi
Beliau berani melawan aturan ini demi Rakyat Indonesia
Sekadar informasi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dengan alasan untuk mendukung paslon nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Surat pengunduran dirinya diserahkan pada 2 Februari 2024.
"Unggahan ini merupakan bukti tanda terima Surat Pengunduran Diri saya sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero)," ujar Ahok lewat keterangan yang diunggahnya di media sosial, Jumat (2/2/2024), dikutip dari Republika.
"Dengan ini, saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD," sambung kader PDIP itu.
Sementara Mahfud MD secara resmi mengumumkan mundur dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) pada hari Rabu (31/1/2024).
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 03 ini akan segera memberikan surat resign-nya kepada Presiden Joko Widodo secara langsung.
Hal itu disampaikan Mahfud melalui live streaming di sela-sela kunjungannya di Lampung Tengah, Rabu (31/1/2024).
"Saat ini saya berada di Pura Ulundano, Lampung. Pura ini ada di tengah Danau Tirta Gangga, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah. Nah, hari ini saya ingin menjawab semua pertanyaan siang malam sejak tangga 23 Januari itu saya menginformasikan dari Lampung juga bahwa saya membenarkan Pak Ganjar Pranowo bahwa paslon itu supaya mundur, termasuk Pak Mahfud," kata Mahfud dikutip dari Suara.