Akibat Ketidakpercayaan Rakyat Terhadap Jokowi dan Prabowo-Gibran

Akibat Ketidakpercayaan Rakyat Terhadap Jokowi dan Prabowo-Gibran Kredit Foto: twitter/@miduk17

Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani menunjukkan akibat ketidakpercayaan rakyat terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Buni Yani merasa akibat dari ketidakpercayaan rakyat terhadap Jokowi dan Prabowo-Gibran adalah terjadinya semo di banyak tempat, sehingga menyebabkan Pemilu 2024 tidak akan berjalan tenang dan damai.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Kritik Prabowo-Gibran

"Dua hari sebelum pencoblosan, yang seharusnya menjadi hari tenang, terjadi demo di mana-mana yang menunjukkan tidak percayanya rakyat pada Jokowi dan paslon nomor 2," ungkap Buni Yani.

"Pemilu kali tidak akan berjalan mulus. Percikan revolusi sudah telanjur menyala di mana-mana," imbuhnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (13/2).

Salah satu demo yang terjadi yaitu dalam aksi mahasiswa di Bundaran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang memprotes nasib demokrasi era Jokowi yang semakin mundur dan dugaan kecurangan proses Pemilu 2024.

Sementara itu, pada survei terbaru Populi Center, ditemukan bahwa elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran unggul telak dibanding dua kompetitornya, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud. Tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran memungkinkan pasangan ini memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Survei nasional yang dilaksanakan pada 27 Januari hingga 3 Februari 2024 itu menemukan elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 52,5 persen. Adapun salah satu syarat pilpres digelar satu putaran adalah pasangan calon meraih 50 persen plus satu suara dari total suara.

Survei yang diklaim dibiayai menggunakan dana internal itu menemukan elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin sebesar 22,1 persen. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD elektabilitasnya 16,9 persen.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover