Kenapa Megawati Memilih Solo dan Semarang untuk Kampanye Terakhir Ganjar-Mahfud?

Kenapa Megawati Memilih Solo dan Semarang untuk Kampanye Terakhir Ganjar-Mahfud? Kredit Foto: GenPI

Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan alasan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan partainya memilih lokasi kampanye terakhir untuk paslon nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Semarang dan Solo yang merupakan dua kota Jawa Tengah.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena Megawati dan PDIP paham bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus untuk menggerogoti suara di Jawa Tengah yang merupakan kandang banteng, sehingga untuk menyerukan perlawanan, maka dipilihlah Solo dan Semarang sebagai lokasi kampanye terakhir Ganjar-Mahfud.

Baca Juga: Benarkah Elektabilitas Prabowo-Gibran di Atas 50 Persen?

"Tetapi kan kita tahu kemudian ternyata seperti diungkap oleh Tempo bagaimana Jawa Tengah ini memang betul-betul fokus yang akan digerogoti oleh Jokowi, dan Ibu Megawati dan PDI paham betul," ucap pria yang akrab disapa Hersu itu.

"Makanya kemudian kampanye terakhirnya kemarin tuh mereka memilihnya di Solo yang jadi simbol perlawanan terhadap Jokowi langsung dan Semarang, gitu kan ini kadang banteng," imbuhnya dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (13/2).

Seperti diketahui, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menggelar kampanye di dua kota di Jawa Tengah, yakni Kota Surakarta (Solo) di pagi hari dan Kota Semarang di siang hari pada hari terakhir kampanye terbuka, Sabtu (10/2/2024).

Ganjar Pranowo sebelumnya menyampaikan alasan pihaknya memilih dua kota dalam kampanye terakhirnya di Jawa Tengah yaitu karena normatif, banyak massa yang ingin hadir.

"Sebenarnya mau 1 titik gitu ya, apakah di Solo, apakah di Semarang. Tapi ternyata semua berdebat, kalau bisa tambah lagi pak, setiap ekstra residenan itu artinya 6 nggak mungkin gitu kan," kata Ganjar di Kabupaten Bogor, dikutip dari Suara.

"Maka diputuskan di dua tempat karena dua-duanya pengen dilaksanakan dan banyak orang yang pengen hadir, luar biasa bahkan dari Jakarta hari ini (kemarin) sudah membawa timnya masuk ke sana. Saya tidak membayangkan kondisinya karena Jawa timur juga mau hadir. Maka dengan dipecah 2 mungkin akan lebih baik," katanya menambahkan.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover