Tak Mungkin Ada Kecurangan Sistematis dan Terstruktur dalam Kamenangan Prabowo

Tak Mungkin Ada Kecurangan Sistematis dan Terstruktur dalam Kamenangan Prabowo Kredit Foto: Warta Ekonomi

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menilai tidak mungkin ada kecurangan sistematis dan terstruktur dalam kemenangan capres nomor urut dua Prabowo Subianto berdasarkan hasil quick count dan real count.

Pasalnya dari data sementara, kemenangan Prabowo Subianto dari capres nomor urut satu Anies Baswedan dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo jauh lebih besar daripada dua kali kemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014 dan 2019.

Baca Juga: Jokowi Kembali Cawe-cawe untuk Prabowo-Gibran dengan Ini

"Maka, saya tidak melihat kemampuan yang signifikan untuk mengungkap adanya kecurangan yang sistematis dan Terstruktur karena kemenangan Pak Prabowo ini jauh lebih besar daripada dua kali kemenangan Pak Jokowi dan kekalahan 01/03 jauh di bawah angka kekalahan pak Prabowo 2014/2019," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (16/2).

Sementara itu, berdasarkan real count per pukul 07.09 WIB di situs pemilu2024 kpu.go.id, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 56,87 persen (29.194.305).

Sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,27% (12.971.875), kemudian posisi terakhir Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 17,86% (9.167.513). Jumlah suara tersebut berasal dari 823.236 TPS atau 49,48 persen dengan suara yang masuk sebanyak 407.369.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover