Kemenangan Prabowo-Gibran Bisa Dibatalkan Gunakan Ini

Kemenangan Prabowo-Gibran Bisa Dibatalkan Gunakan Ini Kredit Foto: Twitter @TeddGus

Akademisi Cross Culture Ali Syarief menilai kemenangan paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 bisa dibatalkan menggunakan persoalan hukum mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Karena persoalan hukum tersebut bisa membuat kemenangan Prabowo-Gibran tidak legitimate meskipun sah. Untuk diketahui, putusan Mahkamah Konstitusi di atas yaitu tentang Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat dari Keterpilihan Pemilu dalam Syarat Usia Minimal Capres/Cawapres.

Baca Juga: Jokowi Kembali Cawe-cawe untuk Prabowo-Gibran dengan Ini

"Bila 02 memenangkan pilpres karena mendapat suara terbanyak, bisa disebut sebagai sah. Tetapi belum tentu legitimate, karena ada proses hukum yang diabaikan. SK MK No.90/2023, adalah persoalan hukum yang bisa membatalkan kemenangan itu," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (16/2).

Dalam putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi membolehkan usia di bawah 40 tahun untuk maju sebagai capres-cawapres jika sudah memiliki pengalaman sebagai kepala daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/ kota.

Sementara itu, berdasarkan real count per pukul 07.09 WIB di situs pemilu2024 kpu.go.id, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 56,87 persen (29.194.305).

Sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,27% (12.971.875), kemudian posisi terakhir Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 17,86% (9.167.513). Jumlah suara tersebut berasal dari 823.236 TPS atau 49,48 persen dengan suara yang masuk sebanyak 407.369.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover