Kaitan Rekap Suara Dihentikan KPU dengan Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh

Kaitan Rekap Suara Dihentikan KPU dengan Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Kredit Foto: Antara Foto

Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak menduga terdapat kaitan antara pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan rekap suara dihentikan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Lukman menyiratkan bahwa Istana panik dengan penghentian rekap suara oleh KPU, sehingga Jokowi harus mengadakan pertemuan bersama Surya Paloh, namun sebisa mungkin tidak memperlihatkan maksudnya.

Baca Juga: Jokowi Menentukan Kemenangan Prabowo-Gibran

"Kok Istana malu-malu sih mengatakan bahwa yang mau ketemu itu Jokowi? Lah kan Jokowi yang pengen jadi jembatan, bukan Surya Paloh. Saya kok mencium kepanikan, apalagi rekap suara dihentikan KPU," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (20/2).

Sebelumnya, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan pada Minggu (18/2/2024) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menyebut Surya Paloh yang meminta untuk bertemu Jokowi setelah gelaran Pemilu 2024. "Sebelumnya, Bapak Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden," ucapnya.

"Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut, Bapak Presiden mengalokasikan waktu untuk menerima Bapak Surya Paloh, malam hari tadi di Istana Merdeka," ujarnya menambahkan.

Kemudian ketika ditanya pembahasan antara Jokowi dengan Surya Paloh, Ari tidak menjawabnya, ia hanya mengatakan pertemuan berlangsung sekitar satu jam. "Pertemuan sudah selesai," katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang terjadi pada Minggu (18/2/2024) baru awal. Ia mengatakan bahwa dirinya hanya menjadi jembatan antara elite partai politik.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover