Dumelan Megawati untuk Jokowi yang Ingin Jadi Jembatan

Dumelan Megawati untuk Jokowi yang Ingin Jadi Jembatan Kredit Foto: Istimewa

Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan dumelan yang menurutnya berada di kepala Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadi jembatan.

Mulanya Rocky Gerung merasa Jokowi menginginkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk menjembataninya kepada Megawati, karena meski Gibran Rakabuming Raka menang tapi dia tidak mempunyai legitimasi, dan Kaesang Pangarep juga tidak mendapat suara berdasarkan PSI yang dalam penghitungan sementara gagal masuk parlemen.

Baca Juga: Meski Diakui TKN, Jokowi Bukan Berperan Besar dalam Kemenangan Prabowo-Gibran

"Jadi sebetulnya poin dasarnya adalah Jokowi cemas, karena itu dia minta diseberangkan dari jembatan yang rusak itu, padahal dia sendiri sudah merusak jembatan itu, dia yang rusak jembatan itu," ungkapnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (20/2).

Lebih lanjut, ia pun memprediksi dumelan Megawati untuk Jokowi yang ingin menjadi jembatan. "Jadi bagi Ibu Mega 'lu mau mau jadi jadi jembatan, nah lu sendiri enggak mampu menahan beban jembatan lu sendiri kok' kira-kira begitu," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pertemuannya dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang terjadi pada Minggu (18/2/2024) baru awal. Ia mengatakan bahwa dirinya hanya menjadi jembatan antara elite partai politik.

"Ini baru awal-awal, nanti kalau sudah final nanti kami... tapi itu sebetulnya saya itu sebetulnya hanya jadi jembatan. Yang paling penting kan nanti partai-partai, partai-partai," kata Jokowi usai meresmikan RSPPN Panglima Besar Soedirman di Jl. Veteran Raya, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Senin (19/2), dikutip dari CNN Indonesia.

Jokowi mengatakan hanya ingin menjadi jembatan semua pihak ketika ditanya lebih lanjut, dan terkait masalah politik merupakan ranah partai politik. "Jembatan untuk semuanya. Saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya. Kalau urusan politik itu urusan partai," katanya.

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan pada Minggu (18/2/2024) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menyebut Surya Paloh yang meminta untuk bertemu Jokowi setelah gelaran Pemilu 2024. "Sebelumnya, Bapak Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden," ucapnya.

"Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut, Bapak Presiden mengalokasikan waktu untuk menerima Bapak Surya Paloh, malam hari tadi di Istana Merdeka," ujarnya menambahkan.

Kemudian ketika ditanya pembahasan antara Jokowi dengan Surya Paloh, Ari tidak menjawabnya, ia hanya mengatakan pertemuan berlangsung sekitar satu jam. "Pertemuan sudah selesai," katanya.

Terkait

Terkini

Populis Discover