Prabowo Subianto Ternyata Sudah Menentukan Kabinet

Prabowo Subianto Ternyata Sudah Menentukan Kabinet Kredit Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Politikus Ferdinand Hutahaean baru mengetahui capres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto sudah menentukan anggota kabinet pemerintahannya bersama Gibran Rakabuming Raka periode 2024-2029.

Hal ini terlihat dari Prabowo Subianto yang berperan dalam proses bergabungnya Partai Demokrat pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdasarkan pengakuan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Bisa Menang Pilpres Karena Pemilihan Narasi Politik dan Konsistensi

"Wahhhh ternyata Prabowo sudah menentukan kabinet. Selamat..!!" ucap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (23/2).

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng mengakui bahwa capres nomor urut dua Prabowo Subianto merupakan sosok yang mendorong Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bergabung dalam pemeritahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sebelum resmi dilantik sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, AHY sempat berkonsultasi terlebih dahulu kepada Prabowo, dan kemudian ia didorong untuk masuk dalam pemerintahan Jokowi.

"Mas AHY bertemu dengan Pak Prabowo, dan kemudian pada saat itu berkonsultasi dengan Pak Prabowo, dan Pak Prabowo mendorong untuk masuk pemerintahan Pak Jokowi, dan Pak SBY merestui," ujar Andi di program Kompas Petang KOMPAS TV, dikutip dari www.kompas.tv.

Ia menjelaskan langkah AHY berkonsultasi dengan Prabowo dikarenakan Partai Demokrat ada di luar pemerintah, dan tidak ada pikiran akan diajak masuk di dalamnya pada akhir periode. 

Selain itu, Demokrat tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi. Dan Andi menduga, jika pun Demokrat berada di dalam pemerintah, maka kemungkinan akan terjadi pada periode setelah Jokowi.

"Pikiran kami kalau masuk pemerintahan dalam konteks 2024-2029. Tapi tiba-tiba ada tawaran dari Pak Presiden Jokowi dan mungkin karena membutuhkan dukungan dari Partai Demokrat, bagi kami kalau ada panggilan negara tentu saja kita sambut dengan baik," ujar Andi.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover