Pegiat media sosial Jhon Sitorus menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa memastikan bantuan beras turun setelah bulan Juni 2024 karena Gibran Rakabuming Raka sudah memenangkan Pilpres dalam satu putaran.
Pasalnya putaran kedua Pilpres 2024 akan berlangsung pada bulan Juni, sehingga jika Gibran belum menang dalam putaran pertama, maka bantuan beras pasti akan diturunkan Jokowi, ini semakin menjukkan bantuan sosial (bansos) hanya sebagai alat politik.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ternyata Sudah Menentukan Kabinet
"Kenapa Bansos bulan Juni tidak bisa dipastikan turun? Karena anaknya sudah memang 1 putaran. Andai Pilpres 2 putaran, maka Bansos beras akan turun jor-joran sampai Juni, karena putaran kedua berlangsung bulan Juni," ungkap Jhon.
"Selamat kepada kalian yang DIBOHONGI dan hanya dijadikan sebagai SAPI PERAH. Entah sampai kapan kalian semua sadar, jika Bansos hanyalah alat untuk kampanye dan investasi politik, makanya kemiskinan ga turun-turun," sambungnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (23/2).
Kenapa Bansos bulan Juni tidak bisa dipastikan turun? Karena anaknya sudah memang 1 putaran
— Jhon Sitorus (@Miduk17) February 22, 2024
Andai Pilpres 2 putaran, maka Bansos beras akan turun jor-joran sampai Juni, karena putaran kedua berlangsung bulan Juni
Selamat kepada kalian yang DIBOHONGI dan hanya dijadikan sebagai… pic.twitter.com/higkv98psP
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak bisa janji program bantuan pangan beras diperpanjang setelah Juni 2024 karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum tentu bisa mengayominya.
“Nanti setelah Juni saya akan lihat lagi APBN kita kalau cukup, Saya ndak janji lho. Jadi yang 10 kilo sudah dua kali diterima," kata Jokowi saat membagikan 10 Kg di Gudang Bulog di Kecamatan Batangase, Kabupaten Maros, Sulsel, Kamis (22/2), dikutip dari Kumparan.