Kenapa Ganjar Ngotot Dorong Hak Angket Meski Kalah?

Kenapa Ganjar Ngotot Dorong Hak Angket Meski Kalah? Kredit Foto: Taufik Idharudin

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengungkapkan penyebab capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo ngotot mendorong agar hak angket di DPR digulirkan meskipun kalah di Pilpres 2024.

Menurut Teddy, dorongan untuk menggulirkan hak angket di DPR sebagai langkah dalam menanggapi dugaan kecurangan di Pilpres 2024 dilakukan Ganjar Pranowo karena ia mempunyai ekspektasi tinggi memenangkan pemilihan.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ternyata Sudah Menentukan Kabinet

"Kenapa @ganjarpranowo ngotot walaupun sudah kalah? Karena ekspektasinya terlalu besar, tapi tidak sesuai dengan kemampuannya," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (23/2).

Seperti diketahui, Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD mendorong PDIP dan PPP yang merupakan partai pengusungnya untuk menggulirkan hak angket di DPR sebagai langkah dalam menanggapi dugaan kecurangan di Pilpres 2024.

Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat. Termasuk, hal-hal yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

"Jika DPR tak siap dengan hak angket, saya mendorong penggunaan hak interpelasi DPR untuk mengkritisi kecurangan pada Pilpres 2024," ujar Ganjar lewat siaran pers di Jakarta, Senin (19/2/2024), dikutip dari Republika.

Pembentukan pansus hak angket harus berdasarkan urgensi dan memenuhi syarat. Syarat penggunaan hak angket ini diatur dalam Pasal 199 Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3).

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover