Prabowo Bakal Gagal Sulap Singkong Jadi Bensin

Prabowo Bakal Gagal Sulap Singkong Jadi Bensin Kredit Foto: isitimewa

Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyindir calon presiden (capres) nomor urut dua sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan gagal menyulap singkong menjadi bensin.

Pasalnya Prabowo Subianto sebelumnya gagal menanam singkong untuk program food estate atau lumbung pangan, sehingga Jhon menduga kuat hal tersebut juga akan berlaku bagi bensin. Ia pun mempertanyakan dasar pemikiran Prabowo untuk menyulap singkong menjadi bensin.

Baca Juga: Gelar Simulasi Makan Siang Gratis Prabowo, Pemerintahan Jokowi Tak Ada Etika

"Awokawokawok. Nanem Singkong buat makanan aja GAGAL TOTAL, apalagi buat bahan Bensin? Banyak program UGAL-UGALAN, ga tau entah pakai teori ilmuwan siapa ini," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (1/3).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membawa Indonesia menuju swasembada eneri terbarukan yang bersumber dari sejumlah tanaman yang tumbuh subur di tanah air, seperti kelapa sawit, tebu, hingga singkong.

“Nanti kita bukan lagi ambil minyak dari tanah terus habis, gas dari tanah habis," kata Prabowo dalam orasi ilmiah saat Wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, dikutip dari Kompas.

"Selama ada matahari dan selama ada hujan, tiap tahun kita bisa panen solar (surya), banyak negara iri sama Indonesia,” tambah dia.

Ia menjelaskan energi terbarukan yang bersumber dari tamanan sangat baik, karena tidak menimbulkan polusi dan mengurangi ketergantuangan Indonesia terhadap energi fosil yang tak ramah lingkungan.

“Kita nanti green energy dan kita akan swasembada energi bensin, dari mana? Dari etanol, etanol dari mana? Dari tebu dan singkong,” kata dia.

Kemudian impor bahan bakar minyak (BBM) bisa berhenti dalam beberapa tahun ke depan, karena Indonesia sudah bisa membuat BBM jenis biodiesel yang bersumber dari kelapa sawit.

“Kita sudah bisa bikin B100, artinya biodiesel dari kelapa sawit 100 persen. Bisa kita bayangkan nggak? Kita tidak akan impor lagi solar dari luar negeri (impor BBM), karena kita punya produksi kelapa sawit sekarang 48 juta ton,” katanya.

Terkait

Terkini

Populis Discover