Kader Partai Demokrat, Eko Jhones mengklaim banjir yang terjadi pada sejumlah titik di DKI Jakarta disebabkan karena ulah calon presiden (capres) nomor urut satu dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan.
Pasalnya menurut Eko, jika Anies Baswedan tidak maju di Pilpres 2024 dan fokus bekerja sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2023, maka banjir bisa ditanggulangi dengan tata kelola kota yang bagus.
Baca Juga: Said Didu Ungkap Maksud Prabowo Sebut Hotel BUMN Tak Diperlukan
"Padahal ini karena ulah @aniesbaswedan yang gak becus nata Jakarta. Ahirnya dia tinggalkan Jakarta dengan menyandang kota banjir. Kalo Anies gak berambisi jadi presiden dan fokus jdi gubernur gak gini ceritanya. Karena ambisi buta Anies bikin hancur Jakarta!" ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (7/3).
Padah ini karena ulah @aniesbaswedan yg gak becus nata Jakarta. Ahirnya dia tinggalkan Jakarta dgn menyandang kota banjir.
— Eko Jhones (@ekojhones77) March 6, 2024
Klo Anies gak berambisi jadi presiden dan fkus jdi gubernur gak gini critanya. Krna ambisi buta Anies bikin hancur Jakarta! https://t.co/5aGh1MeAm9
Untuk diketahui, delapan wilayah RT di Jakarta Barat dan Jakarta Timur terendam banjir berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Selain itu, 38 ruas jalan di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara yang juga terendam banjir pada Kamis (29/2/2024).
Melansir dari gelora.co, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga menilai banjir yang terjadi di berbagai titik lebih disebabkan oleh buruknya saluran air yang tidak berfungsi dengan baik.
"Sudah saatnya Pemprov DKI berfokus untuk merehabilitasi seluruh saluran air," ucap Nirwono kepada Kompas.com, dikutip Selasa (5/3/2024).