Said Didu Tunjukkan 4 Perbaikan Jokowi yang Rugikan Bangsa

Said Didu Tunjukkan 4 Perbaikan Jokowi yang Rugikan Bangsa Kredit Foto: Twitter/Said Didu

Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Muhammad Said Didu menunjukkan 4 perbaikan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode menjabat.

Said Didu menyampaikannya ketika mengungkapkan karya Jokowi selama menjadi presiden. Pertama adalah sejumlah hal yang dirusaknya saat menduduki posisi kepala negara, seperti lembaga pemerintah hingga utang negara.

Baca Juga: Jakarta Korban Ambisi Buta Anies Baswedan Menjadi Presiden

"Karya Jokowi selama jadi Presiden. YANG DIRUSAK: 1) KPK, 2) MK, 3) DPR, 4) Parpol, 5) Aparat Penegak Hukum, 6) Perguruan Tinggi, 7) Teknokrat, 8) utang melonjak," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (7/3).

Lebih lanjut, Jokowi juga melakukan sejumlah perbaikan yang terlihat merugikan bangsa. "YANG DIPERBAIKI: 1) Oligarki, 2) Dinasti, 3) Sistem politik uang, 4) infrastruktur yang merugikan BUMN," imbuhnya.

Sementara itu, pemerintah menilai outstanding utang Indonesia yang mencapai Rp8.041 triliun per November 2023 masih aman.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto, untuk menilai efektivitas utang pemerintah tidak hanya mengacu pada nominal, melainkan perlu memerhatikan berbagai indikator lainnya.

“Namun tentu kita tidak sekadar melihat nominal, kalau kita melihat berbagai indikator portofolio utang kita, justru kinerja utang termasuk risiko, utang kita itu lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Suminto dalam Konferensi Pers Kinerja dan Realisasi APBN 2023 di Jakarta, dikutip dari Republika.

Berdasarkan indikator rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio) yang saat ini 38,11 persen, Suminto menilai utang Indonesia saat ini justru mengalami perbaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Rasio tersebut menandai penurunan dibandingkan posisi Desember 2022 yang sebesar 39,7 persen, juga posisi Desember 2021 sebesar 40,7 persen.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover