Pegiat media sosial Rinny Budoyo menilai permasalahan hak angket tidak mempengaruhi hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden (capres) nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto.
Menurut Rinny Budoyo, yang bisa menjadi permasalahan besar untuk hubungan keduanya adalah kepercayaan, karena jika Jokowi ikut campur dalam pemerintahan mendatang, maka Prabowo Subianto pasti tidak akan tinggal diam.
Baca Juga: Jokowi Siapkan Opsi Lain Jika Tidak Bisa Maju Jadi Ketum Golkar
"Masalahnya kalau Pak Jokowi enggak legowo lengser, kalau Pak Jokowi masih ingin ikut cawe-cawe di pemerintahan mendatang, kalau Pak Jokowi enggak sepenuhnya mempercayai Pak Prabowo untuk memimpin Indonesia ke depan, nah ini bisa jadi masalah besar, hubungan di antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo bisa memanas dan merenggang," ucap Rinny.
"Jadi masalah angket sebetulnya enggak mempengaruhi hubungan di antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, yang paling mempengaruhi hubungan di antara keduanya kelak adalah sejauh mana Pak Prabowo dibiarkan memimpin Indonesia dengan segala kekuasaan dan wewenangnya," ujarnya, dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Selasa (12/3).
Sebelumnya, politikus Partai Gerindra Maruar Sirait menilai bahwa usulan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan di Pemilu 2024 akan membuat hubungan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto semakin solid.
Maruar Sirait menyampaikannya ketika hadir dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta pada Selasa malam, 5 Maret 2024.
"Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa paripurna DPR RI sudah dimulai, dan ada usaha memulai angket dari anggota PDIP, PKS, dan PKB. Usulan hak angket ini justru membuat Prabowo dan Jokowi semakin solid," ujarnya, dikutip dari Pikiran Rakyat.