Pegiat media sosial Rinny Budoyo menilai capres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto akan menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpin Megawati Soekarnoputri di pemerintahan mendatang.
Menurutnya, penempatan PDIP di pemerintahan mendatang akan terjadi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bersedia sepenuhnya membiarkan Prabowo Subianto untuk memimpin Indonesia.
Baca Juga: Masalah Angket Tidak Mempengaruhi Hubungan Antara Jokowi dan Prabowo
"Masalahnya kalau Pak Jokowi enggak bersedia lengser ingin ada matahari kembar yang memimpin Indonesia ke depan, maka niscaya hubungan di antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo akan memanas dan retak," ucapnya.
"Niscaya Pak Prabowo bakal mencari keseimbangan baru dan menempatkan PDI Perjuangannya Ibu Mega dalam strategi backupnya," sambungnya, dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Selasa (12/3).
Sementara sebelumnya, Rinny Budoyo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menguasasi sepertiga parlemen pada pemerintahan mendatang jika berhasil menggabungkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam koalisi permanen.
Sehingga, kata Rinny Budoyo, proyek pengambil alihan PKB dari tangan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sangat krusial, karena tanpa PKB, Jokowi akan kehilangan sekitar 11 persen suara dari parlemen mendatang.