Jokowi Menunjukkan Tidak Ingin Kehilangan Kekuasaan dengan Usulan PSI

Jokowi Menunjukkan Tidak Ingin Kehilangan Kekuasaan dengan Usulan PSI Kredit Foto: Akbar Nugroho Gumay

Pengamat politik Refly Harun menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan tidak ingin kehilangan kekuasaan setelah masa jabatannya berkahir dengan usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pasalnya dengan usulan PSI agar Jokowi menjadi ketua koalisi, mantan Wali Kota Solo itu mempunyai kuku dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jika usulan tersebut terwujud.

Baca Juga: Prabowo Tak Mungkin Ajak Anies Masuk ke Pemerintahan

"Dengan usul PSI ini agar dia menjadi ketua partai koalisi pendukung Prabowo-Gibran ini makin menunjukkan bahwa dia tidak ingin kehilangan kekuasaannya, tajinya, kukunya dalam pemerintahan yang baru ini," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube Refly Harun, Kamis (14/3).

Sehingga menurut Refly Harun, tidak cukup bagi Jokowi dengan menjadikan Gibran sebagai wakil presiden dari Prabowo. "Bagi Presiden Jokowi sepertinya tidak cukup hanya menitipkan Gibran Rakabuming Raka di sisi Prabowo, tetapi juga dirinya tetap berkuasa," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya menjadi sosok yang berada di atas semua partai politik.

Ia pun menyampaikan terdapat usulan dari Ketua Dewan PSI Jefrie Geovanne agar Jokowi menjadi pimpinan koalisi partai politik yang mempunyai kesamaan visi misi menuju Indonesoa Emas, Grace mencontohkan seperti Barisan Nasional di Malaysia.

"Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas," kata Grace dalam program Gaspol! Kompas.com, Minggu (10/3/2024), dikutip dari Kompas.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini