Ambisi Jokowi untuk Membangun IKN Selesai

Ambisi Jokowi untuk Membangun IKN Selesai Kredit Foto: GenPI

Pengamat politik Rocky Gerung menilai ambisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur selesai dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang akan memilih Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk program makan siang gratis.

Sehingga yang membatalkan pembangunan IKN bukan rakyat, namun APBN, karena digunakan untuk membiayai program makan siang gratis yang membutuhkan dana sebesar Rp450 triliun setiap tahunnya.

Baca Juga: Tujuan Jokowi Minta Jatah Kapolri dan Jaksa Agung ke Prabowo

"Jadi dengan kata lain selesai juga semua ambisi Jokowi untuk membangun IKN, yang membatalkan itu siapa? bukan rakyat, tapi rasionalitas APBN," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (1/4). 

Ia pun merasa petinggi Partai Gerindra Soedradjad Djiwandono mengetahui sebaiknya APBN memang digunakan untuk program makan siang gartis daripada pembangunan IKN karena akan merugikan Prabowo.

"Dan Soedradjad Djiwandono tentu tahu bagaimana pemborosan itu akan terjadi kalau yang dibiayai adalah IKN, dan pada saat yang sama rakyat akan bertrouble untuk menuntut, dan itu berarti ancaman bagi Prabowo, jadi kira-kira begitu tuh," ujarnya.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Bank Indonesia 1993-1998, Prof. Soedrajad Djiwandono mengungkapkan pandangannya mengenai sejumlah program Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, seperti makan siang gratis hingga pembangunan IKN di Kalimantan Timur.

Ia berpendapat bahwa makan siang gratis merupakan program yang penting untuk mengatasa permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting. "Saya kira iya, masalah stunting itu sesuatu yang benar-benar terjadi di masyarakat kita dan kita tidak bisa memperbaikinya jika sudah terlambat," kata Soedrajad dalam program ROSI Kompas TV, Kamis (28/3/2024), dikutip dari Kompas TV.

Kemudian ketika ditanya mengenai IKN, Soedrajad mengatakan jika belum mampu maka sebaiknya tidak dilakukan, karena banyak yang harus dibangun. "Ya kalau untuk itu ya belum dong, karena yang harus dibangun begitu banyaknya, mulai dari nol, kok," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover