Wajar Tim Hukum Kubu Prabowo-Gibran 'Setengah Meledek' Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud di Sidang MK

Wajar Tim Hukum Kubu Prabowo-Gibran 'Setengah Meledek' Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud di Sidang MK Kredit Foto: Warta Ekonomi

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno merasa wajar tim hukum dari kubu paslon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 'setengah meledek' kubu paslon nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan kubu paslon nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasalnya materi yang dilayangkan kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di MK bukan hasil Pemilu 2024, dan seharusnya diajukan sepanjang proses pemilihan umum ke Bawaslu.

Baca Juga: Tidak Heran Setiap Saksi Maupun Statement Politik Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud di MK Menyerang Jokowi

"Kenapa kubu 1 dan 3 ini seringkali 'secara substantif itu dianggap tidak relevan' karena yang disengketakan itu bukan hasil pemilu, tapi ini adalah materi yang sangat layak untuk diajukan sepanjang proses pemilu kemarin, tujuannya adalah Bawaslu, bukan Mahkamah Konstitusi," jelasnya, dikutip populis.id dari YouTube COKRO TV, Kamis (4/4). 

"Wajar kalau kemudian sebenarnya para tim hukum dari kubu nomor 2 itu kan dalam 'setengah meledek' ini omon-omon tidak faktual, hanya isinya orasi, ya karena memang seperti nya ahli hukum kubu nomor 2 melihat bahwa Mahkamah Konstitusi dia pakai kacamata kuda sesuai dengan peraturan dan undang-undang, hanya mengadili sengketa hasil bukan yang lain," imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 yang diajukan AMIN dan Ganjar-Mahfud tidak menyertakan gugatan selisih angka dari masing-masing kandidat yang angkanya dibandingkan dengan penghitungan rekapitulasi suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Dan inti dari gugatan tersebut adalah mempermasalahkan proses pencalonan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. AMIN maupun Ganjar-Mahfud dalam gugatannya sama-sama  meminta dilakukannya pemungutan suara ulang dengan mendiskualifikasi paslon nomor urut dua.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover