Rocky Gerung Sebut Tidak Mungkin Menteri yang Dipanggil MK Bicara Jujur

Rocky Gerung Sebut Tidak Mungkin Menteri yang Dipanggil MK Bicara Jujur Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut tidak mungkin para menteri Kabinet Indonesia Maju yang dipanggil Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang sengketa Pilpres 2024 bicara jujur.

Namun ketidakjujuran para menteri justru memberi akses kepada MK untuk memanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kelengkapan informasi untuk putusan akhir sidang sengketa Pilpres 2024 bisa diperoleh.

Baca Juga: Bagaimana Jika Jokowi Terbukti Lakukan Sedikit Kecurangan untuk Menangkan Gibran?

"Kita lihat psikologi tanya jawab di situ kan memang tidak mungkin kita berpikir bahwa menteri-menteri ini akan bicara jujur, itu hal dari awal kita tahu enggak begitu, tetapi Mahkamah Konstitusi juga tahu bahwa justru dengan ketidakjujuran itu ada akses untuk minta yang lebih jujur, yaitu ya presiden aja dipanggil kan," ucap Rocky Gerung. 

"Karena tidak memuaskan pertanyaan itu dan karena tidak diperoleh keterangan yang diinginkan itu komprehensif maka kesulitan Mahkamah Konstitusi nanti untuk memutuskan dalil dari pemohon, kan itu dasarnya, artinya kelengkapan informasi untuk jadi bahan pertimbang putusan akhir itu belum diperoleh oleh Mahkamah Konstitusi," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (7/4).

Sebelumnya, dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di MK pada Jumat (5/4/2024), Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menegaskan, tidak ada korelasi penggunaan anggaran dengan kepentingan tertentu dalam Pilpres 2024. 

Sri Mulyani menjelaskan, penyusunan dan pembahasan bersama DPR RI serta penetapan APBN sebagai Undang-Undang melalui siklus yang merupakan rangkaian, mulai dari perencanaan sampai pertanggungjawaban APBN setiap tahun.

Di hadapan para hakim konstitusi, dia menyampaikan, mengenai ilustrasi penyusunan APBN 2024. Siklus penyusunan dimulai sejak tahun sebelumnya, yaitu 2023 dengan dimulai dari tahap perencanaan dan penganggaran RAPBN 2024 yang dijadwalkan pada periode Januari hingga Juli 2023.

Itu mencakup penerapan konsep kerangka ekonomi makro, pokok-pokok kebijakan fiskal atau KEM PPKF, dan rencana kerja pemerintah (RKP), dan perencanaan kegiatan serta pagu anggaran oleh kementerian dan lembaga. Dia melanjutkan, DPR yang terdiri dari seluruh fraksi partai politik membahas KEM PPKF dan RKP 2024 pada Mei 2023.

"Presiden menyampaikan nota keuangan dan RUU APBN 2024 kepada DPR pada sidang paripurna tanggal 16 Agustus 2023. Tahap pembahasan RAPBN untuk 2024 terjadi pada periode Agustus hingga Oktober 2023, di mana RUU APBN 2024 telah dapat diselesaikan dibahas antara pemerintah dan DPR dan mendapat persetujuan dalam rapat paripurna pada 21 September 2023," ucap Sri Mulyani di ruang sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat, dikutip dari Republika.

Kemudian, tahap penetapan UU APBN yang dijadwalkan paling lambat akhir Oktober terjadi dimana UU APBN 2024 yaitu UU Nomor 19 Tahun 2023 ditetapkan pada 16 Oktober 2023. Selanjutnya, peraturan presiden rincian APBN yang dijadwalkan November atau Desember telah selesai ditetapkan pada 28 November.

Sri Mulyani melanjutkan, tahap pelaksanaan APBN pada tahun berjalan yang diawali dengan disahkan dokumen pelaksanaan anggaran dan dilanjutkan dengan pencatatan laporan per semester tahap pemeriksaan dan pertanggungjawaban UU APBN 2024, dijadwalkan pada tahun 2025 atau T+1.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover