Rocky Gerung: Ada Dua Kepala Negara yang Jauh Lebih Bermutu daripada Jokowi di Dalam Kabinet Prabowo Nanti

Rocky Gerung: Ada Dua Kepala Negara yang Jauh Lebih Bermutu daripada Jokowi di Dalam Kabinet Prabowo Nanti Kredit Foto: Reno Esnir

Pengamat politik Rocky Gerung mengklaim terdapat dua kepala negara yang pernah menjabat, yang jauh lebih bermutu daripada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dua kepala negara tersebut menurut Rocky Gerung adalah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDIP, partai dengan suara terbanyak di Pileg 2024 dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, partai yang tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto.

Baca Juga: Gerindra Mendorong Bertemu Prabowo, Megawati Tak Lagi Nyaman dengan Jokowi

"Jadi ada dua kepala negara yang jauh lebih bermutu daripada Jokowi di dalam kabinet Prabowo nanti yaitu SBY dan Megawati itu," ucap ahli filsafat itu, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (12/4).

Ia pun mengungkit Megawati dan SBY yang mempunyai sedikit perbedaan pendapat atau pergeseran. "Walaupun Megawati dan SBY masih ada sedikit friksi itu, tetapi friksi antara SBY dan Megawati itu bisa diselesaikan secara politis," ujarnya.

Berbeda dengan SBY, pergeseran yang terjadi antara Megawati dan Jokowi akan sulit diselesaikan. "Nah friksi antara Megawati dan Jokowi itu susah diselesaikan karena dia menyangkut dimensi psikologis dan ideologi sekaligus," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi penasihat khusus presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi.

"Ya semua kemungkinan itu kan bisa terjadi. Ya namanya kemungkinan semua terjadi selama dalam rangka konstitusional," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/4/2024), dikutip dari Republika.

Saat ditanya apakah Jokowi juga dilibatkan dalam pembentukan kabinet pemerintahan selanjutnya, Bahlil membantahnya. Ia mengatakan, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden terpilih.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover