Rocky Gerung Nilai Perpecahan Antara Megawati dan Jokowi Susah Diselesaikan

Rocky Gerung Nilai Perpecahan Antara Megawati dan Jokowi Susah Diselesaikan Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menilai perpecahan antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) susah diselesaikan karena menyangkut dimensi psikologis dan ideologis.

Berbeda dengan yang terjadi antara Megawati dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bisa diselesaikan secara politis, dan keduanya jauh lebih bermutu di dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto dibanding Jokowi.

Baca Juga: Gerindra Mendorong Bertemu Prabowo, Megawati Tak Lagi Nyaman dengan Jokowi

"Jadi ada dua kepala negara yang jauh lebih bermutu daripada Jokowi di dalam kabinet Prabowo nanti yaitu SBY dan Megawati itu, walaupun Megawati dan SBY masih ada sedikit friksi itu, tetapi friksi antara SBY dan Megawati itu bisa diselesaikan secara politis," ucapnya.

"Nah friksi antara Megawati dan Jokowi itu susah diselesaikan karena dia menyangkut dimensi psikologis dan ideologi sekaligus," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (12/4).

Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi penasihat khusus presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi.

"Ya semua kemungkinan itu kan bisa terjadi. Ya namanya kemungkinan semua terjadi selama dalam rangka konstitusional," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/4/2024), dikutip dari Republika.

Saat ditanya apakah Jokowi juga dilibatkan dalam pembentukan kabinet pemerintahan selanjutnya, Bahlil membantahnya. Ia mengatakan, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden terpilih.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover