Pengamat politik Rocky Gerung menilai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang sengketa Pilpres 2024.
Pasalnya berdasarkan tafsirannya, Rocky Gerung merasa Megawati akan menyambut putusan MK di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) jika putusan sidang sengketa Pilpres 2024 itu memberikan sinyal untuk dipersoalkan secara politik.
Baca Juga: Rocky Gerung Deteksi Keinginan MK Sejak Awal dalam Sidang Sengketa Pilpres 2024
"Dan ditunggu sebetulnya oleh Ibu Mega hasil di situ tuh, karena Megawati menganggap, kalau di dalam tafsiran saya, Megawati melihat kalau di Mahkamah Konstitusi ada semacam sinyal untuk mempersoalkan secara politik maka pasti Megawati akan sambut itu di DPR," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (16/4).
Lebih lanjut, menurutnya MK maksimal hanya bisa memberikan sinyal positif dalam putusan sidang sengketa Pilpres 2024. "Jadi kelihatannya yang maksimal bisa dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi adalah memberitahu bahwa dirinya mahkamah maksud saya sebagai lembaga yang dijaminkan oleh konstitusi untuk mengawal konstitusi akan memberi sinyal positif, walaupun sinyal positif itu tidak mungkin berubah menjadi sinyal pidana, karena Mahkamah Konstitusi tidak mungkin memberi putusan pidana pada persoalan ini," imbuhnya.
Sementara itu, Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio, menilai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan bertemu dengan presiden terpilih, Prabowo Subianto, usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) keluar. Saat ini, MK tengah menyidangkan mengenai sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.
Menurut Hendri, bila sudah berhasil bertemu, Prabowo dapat menjembatani pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati yang hubungannya saat ini tidak baik. "Rekonsiliasi kebangsaan bisa terjadi. Tetapi kalau koalisi akan melihat perkembangan-perkembangan terakhir. Ibu Megawati dan Prabowo tidak ada masalah," kata Hendri, Senin (15/4/2024), dikutip dari Republika.