Jokowi Paksakan Menteri dan Kementerian Pindah ke IKN, Prabowo yang Kena Getahnya

Jokowi Paksakan Menteri dan Kementerian Pindah ke IKN, Prabowo yang Kena Getahnya Kredit Foto: isitimewa

Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto yang kena getah akibat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaksakan para menteri dan kementerian untuk pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dari Juli hingga September 2024.

Pasalnya semua beban seperti persoalan birokrasi hingga persiapan infrastruktur di IKN untuk para menteri dan kementerian akan menjadi problem dan mengganggu efektifvitas pemerintahan baru Prabowo Subianto yang dimulai pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Prabowo Diduga Berkomunikasi dengan Anies, Cak Imin, Surya Paloh, dan Megawati untuk Masuk Kabinet

"Dan kita juga melihat ini ada PR yang saya kira juga dilakukan oleh Pak Jokowi ini akan menjadi beban dari Pak Prabowo berkaitan dengan Pak Jokowi kan sekarang memaksakan para menteri-menteri ini harus mulai pindah sebelum Agustus ya bulan Juli, bahkan para menteri sudah mulai dipaksa pindah," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (19/4).

"Dan ada 38 kementerian dan lembaga yang harus harus sudah pindah sebelum pada bulan September direncanakan begitu, ini kan berkaitan juga bukan juga hanya anggaran tapi soal efektivitas pemerintahan karena mulai Oktober kalau Pak Prabowo itu dilantik kan artinya semua beban tadi, persoalan yang terjadi soal birokrasi, soal persiapan infrastruktur di IKN itu kan jadi problem pemerintahan baru," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengungkap ada sebanyak 38 kementerian dan lembaga yang menjadi prioritas pertama untuk dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Anas, kementerian dan lembaga yang menjadi prioritas pertama itu berdasarkan perannya yang dianggap penting untuk menunjang kinerja Presiden. Adapun yang dipindahkan pertama adalah 178 eselon I dari 38 kementerian dan lembaga.

"Kami mendapatkan arahan dari Istana, bahwa pemindahan bertahap, tetapi ASN akan pindah setelah Agustus, setelah upacara (Hari Kemerdekaan)," kata Azwar Anas saat konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (17/4/2024), dikutip dari Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover