Prabowo Berkalkulasi Jika Gibran Tidak Diambil Sebagai Cawapres, Jokowi Akan Merapat ke PDIP

Prabowo Berkalkulasi Jika Gibran Tidak Diambil Sebagai Cawapres, Jokowi Akan Merapat ke PDIP Kredit Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

Kritikus Faizal Assegaf menilai kemungkinan Prabowo Subianto berkalkulasi jika Gibran Rakabuming Raka tidak diambil sebagai calon wakil presiden (cawapres), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merapat ke PDIP.

Dan menurut Faizal, akibat dari merapatnya ke PDIP, Jokowi dan Megawati akan semain kuat berkonsolidasi untuk memenangkan Pilpres 2024 dengan curang, sehingga Prabowo harus mengambil Gibran untuk menghalangi hal tersebut.

Baca Juga: 5 Tahun Lagi Anies Bisa Jadi Seperti Prabowo Jika Terima Tawaran Menteri

"Mungkin Prabowo berkalkulasi, bila Gibran tidak diambil sebagai Cawapres, maka Jokowi merapat ke PDIP. Akibatnya membuat Jokowi dan Megawati semakin kuat berkonsolidasi menguasai gelanggang Pilpres curang," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (25/4).

Sementara diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2024 pada Rabu (24/4/2024).

Penetapan itu dituangkan dalam berita acara nomor 252/PL.01.9-BA-05/2024 tentang Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih dalam Pemilu Tahun 2024 yang dibacakan langsung oleh Ketua KPU Hasyim Asy'ari dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Capres-Cawapres Terpilih di Gedung KPU, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 dengan perolehan 96.214.691 suara atau 58,6 persen suara sah nasional. Sementara rivalnya, Anies-Muhaimin meraih 40.971.906 suara atau 24,9 persen suara sah nasional. Lalu, Ganjar-Mahfud mendapatkan 27.040.878 suara atau 16,5 persen suara sah nasional.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover