Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa secara adab politik dan ideologi tidak bisa dibenarkan jika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung ke pemerintahan Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka.
Pasalnya PKS mengetahui Gibran bagian dari dinasti yang berupaya memanipulasi demokrasi, sehingga sangat berbeda dengan tujuannya untuk menegakkan demokrasi, karenanya menurut Rocky Gerung partai berwarna orange itu pengecut jika bergabung dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Ada Calo di PKS untuk Gabung di Pemerintahan Prabowo
"Tetapi sangat cair dukungan pada PKS bila PKS kemudian mencairkan diri dengan Gibran, itu sesuatu yang secara adab politik itu tidak bisa dibenarkan apalagi secara ideologi," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (30/4).
"Kan PKS tahu bahwa Gibran itu adalah bagian dari dinasti yang berupaya untuk memanipulasi demokrasi, sementara PKS berupaya untuk menegakkan dalil-dalil demokrasi, kalau dia bergabung di situ itu artinya dia pengecut kenapa pengecut, dia menghina dirinya sendiri itu, lebih cepat masuk neraka orang yang menghina diri sendiri daripada orang lain," imbuhnya.
Untuk diketahui, PKS memberikan sinyal ingin bergabung dalam koalisi Prabowo. Elite PKS mengucapkan selamat dan hadir dalam acara penetapan Prabowo-Gibran sebagai presiden-wakil presiden terpilih pada Rabu (24/4/2024).
Di sela acara tersebut, Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengaku berharap Prabowo mengunjungi markas PKS.
Beberapa hari berselang, Aboe mengundang Prabowo datang dalam acara perayaan ulang tahun partainya sekaligus halal bi halal di markas PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang digelar Sabtu (27/4/2024).
Di dalam acara tersebut PKS menhadirkan karpet merah untuk para tamu undangan, sayangnya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang turut diundang ternyata absen.