Prabowo Diramalkan Tak Akan Sangat Murah Hati ke Investor IKN, Tidak Seperti Jokowi

Prabowo Diramalkan Tak Akan Sangat Murah Hati ke Investor IKN, Tidak Seperti Jokowi Kredit Foto: Galih Pradipta

Pegiat media sosial Rinny Budoyo mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto diramalkan tidak akan sangat murah hati kepada investor yang ingin membantu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya menurut Rinny, Prabowo Subianto tidak akan mau mengobral kebijakan dan kemudahan untuk para investor demi mengentaskan pembangunan IKN, sehingga diprediksi proyek andalan Jokowi itu akan sangat lebih lambat dalam penyelesaiannya.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Prabowo Cerdik Memasukkan Anies dan Ganjar ke Koalisi Pemerintah

"Dan Pak Prabowo pun diramalkan gak bakal sangat murah hati kepada para investor yang mau membantu pembangunan IKN sebagaimana sikap Pak Jokowi sekarang ini, Pak Prabowo gak bakal mau obral kebijakan dan kemudahan buat para investor demi pembangunan IKN," ucapnya.

"Tapi walaupun lebih lambat, walaupun bakal sangat lebih lambat, percayalah proyek IKN bakal tetap dilanjutkan, itu prediksinya," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Jumat (3/4).

Sekadar informasi, 29 perusahaan Singapura berinvestasi di IKN, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa sangat senang. "Saya juga mengapresiasi antusiasme 29 perusahaan Singapura dalam investasi di IKN," kata Jokowi usai bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong di Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Senin (29/4/2024), dikutip dari Republika.

Jokowi pun berharap mendapat dukungan dari Singapura untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ibu Kota Nusantara. Selain itu, Indonesia juga terus mendorong rencana ekspor listrik ke Singapura, termasuk investasi industri hijau pendukung.

Menurut Jokowi, di bidang politik dan pertahanan, pemerintah RI menyambut baik berjalannya implementasi perjanjian flight information region (FIR) di kawasan Natuna. Jokowi juga mendorong agar implementasi ekstradisi ke depannya bisa berjalan penuh.

Jokowi mengatakan, pertemuan Leader's Retreat Indonesia-Singapura yang ketujuh tersebut menjadi sinyal kuat bagi kontinuitas kerja sama kedua negara. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga membahas soal isu kawasan dan global.

Dalam acara Leader's Retreat, RI dan Singapura sepakat untuk terus mendorong terciptanya perdamaian di Timur Tengah dan berupaya terus memperkuat sentralitas ASEAN.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover