Jokowi Harus Bisa Terima Pilihan Prabowo Tidak Tinggal di IKN

Jokowi Harus Bisa Terima Pilihan Prabowo Tidak Tinggal di IKN Kredit Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pegiat media sosial Rinny Budoyo mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus bisa menerima pilihan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk tidak tinggal di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur.

Pasalnya menurut Rinny, sebagai presiden terpilih, Prabowo Subianto berhak menentukan arah pemerintahannya, sehingga jika merasa lebih efektif memimpin dari DKI Jakarta daripada IKN, maka Jokowi tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Baca Juga: Bagi PKS Gabung ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Hal Normal

"Jujur saja sebagai presiden terpilih nih, walaupun dalam keterpilihannya nya ada campur tangan yang besar dari Pak Jokowi, tapi sebagai Presiden terpilih Pak Prabowo sepenuhnya berhak menentukan sendiri arah pemerintahannya, negara kita menganut sistem presidensial dan itu artinya kekuasaan presiden memang sangat besar," ucapnya, dikutip populis.id dari YouTube 2045 TV, Jumat (3/4).

"Bahwa Pak Prabowo bakal lebih berhitung dan berhati-hati soal IKN itu adalah hak dan pilihannya, bahwa dia merasa masih lebih efektif memimpin Indonesia dari Jakarta, itu juga adalah hak dan pilihannya, dan bahwa Pak Jokowi enggak bisa apa-apa atas pilihan-pilihan dari Pak Prabowo kelak, itu realitas yang harus bisa diterima," imbuhnya.

Sementara diketahui, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyebut, pembangunan Istana Wakil Presiden baru akan dimulai karena adanya perubahan desain. Saat ini, pemerintah masih melakukan proses lelang pembangunan. Sementara itu, Kantor dan Istana Presiden direncanakan sudah siap digunakan pada Juli mendatang.

"Kalau istana wakil presiden baru akan dibangun, masih lelang, jadi masih dibangun," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Ia menjelaskan, desain istana wakil presiden berubah karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dilakukan revisi. Oleh karena itu, pembangunannya pun juga baru akan dimulai.

"Desainnya berubah, waktu lelang pertama kita dengan desain yang juara sayembara pertama. Tapi setelah dicek Presiden, beliau melihat perlu direvisi sehingga kita revisi. Itu nanti kita tidak tahu lelang ulang atau tidak gitu lho," jelas dia.

Namun, Basuki menegaskan, pembangunan istana wakil presiden akan dimulai pada tahun ini. Menurutnya, Presiden juga sudah menyetujui desain gedung istana wakil presiden. "Saya belum (dapat) informasi pastinya mudah-mudahan Juni Juli," kata dia.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover