Rocky Gerung Sebut Jabatan yang Paling Mungkin Ditempati Anies Gubernur DKI

Rocky Gerung Sebut Jabatan yang Paling Mungkin Ditempati Anies Gubernur DKI Kredit Foto: Instagram/Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut jabatan yang paling mungkin ditempati calon presiden (capres) nomor urut satu Anies Baswedan adalah kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk menjaga popularitasnya.

Menurut Rocky Gerung, jika Gubernur DKI Jakarta dipilih secara aklamasi, Anies Baswedan kemungkinan akan mendapatkan jabatan tersebut, namun tentu saja ada perhitungan lain jika kalah, dan sepertinya Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan membiarkannya menempati posisi itu.

Baca Juga: Tercium Kekhawatiran Luhut Tidak Bisa Mengendalikan Kabinet Prabowo

"Pasti Anies kalau kita perhatikan langkah Anies itu dia tetap ingin popularitasnya terjaga karena itu dia perlu jabatan sebetulnya tuh, dan tentu jabatan yang paling mungkin dia kembali jadi Gubernur DKI, dan kalau bahkan dipilih secara aklamasi mungkin dia menang hari ini, tetapi ada kalkulasi lain bahwa kalau Anies kalah apa yang terjadi pada dia kan, kan itu intinya kan," ungkapnya.

"Kan pasti juga bagi Pak Jokowi atau Prabowo juga dalam pikiran yang sama kalau Anies jadi populer di DKI sementara Ibu Kota pindah ke IKN, Jakarta itu jadi kota politiknya Anies sebetulnya kan, dan itu sangat dekat dengan pusat informasi, pusat pencitraan tuh," imbuhnya, dikutip populis.id dari YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (7/5).

Sementara sebelumnya, dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (18/4/2024), Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa Ridwan Kamil menempati posisi elektoral tertinggi untuk Pilkada DKI Jakarta, lalu disusul Anies Baswedan. 

“Dinamika elektoral itu tidak statis, sekarang yang paling tinggi namanya Ridwan Kamil, tapi selisihnya tidak jauh sama Mas Anies dalam margin of error,” ucap Burhanuddin, dikutip dari Kompas TV.

Ia mengatakan dinamika elektoral untuk Pilkada DKI Jakarta sangat tinggi, pasalnya pada peringkat pertama hingga kesembilan dalam survei perolehan angka yang didapat masing-masing calon tidak terlampau jauh.

“Kita mendapati satu fenomena di mana Jakarta itu dinamika elektoralnya sangat tinggi, peringkat pertama, kedua hingga peringkat ke-9 itu selisihnya tidak terlalu jauh,” kata Burhanuddin.

“Jadi masih membuka pintu buat siapapun, karena proses nominasi masih berlangsung hingga bulan Agustus, masih jauh dan yang menarik partai-partai di Jakarta juga tidak ada yang sangat dominan (di Pemilu 2024).”

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover