Prabowo Menandakan Diri Sebagai Manusia Otoriter

Prabowo Menandakan Diri Sebagai Manusia Otoriter Kredit Foto: Warta Ekonomi

Pegiat media sosial Jhon Sitorus menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto menandakan diri sebagai manusia otoriter dengan meminta pihak yang tidak mau kerja sama untuk tidak mengganggunya dalam bekerja.

Pasalnya menurut Jhon, Prabowo Subianto merasa terganggu dengan kritik yang dilontarkan pihak yang tidak mau kerja sama meskipun belum bekerja, padahal seharusnya bisa lebih dingin dalam menyikapi seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: PKS Sebut Sikap Ganjar Jadi Oposisi Pemerintahan Prabowo Ksatria

"Belum kerja tapi udah ngaku-ngaku diganggu. Kata-katanya selalu disertai dengan nada KERAS. Jika KRITIK membuatmu merasa terganggu, sejatinya engkau sedang menandakan dirimu sebagai manusia OTORITER. Jangan apa-apa reaktif, katanya mau niru Jokowi. Baru dikritik aja udah KEPANASAN," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia pun menyalahkan Prabowo yang memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden atas kegusarannya. "Makanya pilih wakil yang pintar, bukan yang PLANGA PLONGO biar bisa bantu nenangin pikiran dikit," imbuhnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (13/5).

Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku tidak masalah dengan pihak-pihak yang enggan diajak kerja sama. Hanya saja, ia meminta pihak tersebut jangan justru menjadi pengganggu. 

"Saya akan berjuang terus bersama semua kekuatan yang mau diajak kerja sama. Yang tidak mau diajak kerja sama tidak apa-apa," kata Prabowo di Rakornas PAN di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/5/2024), dikutip dari Suara.

Prabowo mempersilakan mereka yang tidak mau bekerja sama untuk menjadi penonton. Tetapi ia sekaligus meminta yang menonton dan tidak mau bekerja sama untuk tidak menganggu.

"Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silakan jadi penonton yang baik. Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu. Orang lagi mau kerja kok. Kita mau kerja. Kita mau kerja. Kita mau amankan kekayaan bangsa Indonesia," katanya.

Prabowo berkeyakinan semua partai di Indonesia memiliki orang-orang baik, sekaligus orang yang tidak baik. Prabowo meminta semua partai mengakui hal tersebut. Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, dirinya sendiri sudah mengakui bahwa partai yang ia pimpin juga begitu adanya, yakni punya orang-orang baik, punya pula orang-orang tidak baik.

"Kita boleh punya jiwa korsa, tapi kita juga harus introspeksi diri. Di Gerindra pun juga banyak yang kurang baik, banyak yang baik, banyak yang kurang baik. Di semua organisasi ada yang baik dan ada yang kurang?" katanya.

"Sekarang bagaimana yang baik-baik dari semua latar belakang bisa kerja sama? Ini pelajaran sejarah. Indonesia tidak bisa dibendung. Kecuali elite Indonesia tidak bisa atau tidak mau kerja sama. Kuncinya itu," tandasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover