Prabowo Kehilangan Hasrat Ajak PDIP Masuk Koalisi

Prabowo Kehilangan Hasrat Ajak PDIP Masuk Koalisi Kredit Foto: Galih Pradipta

Pegiat media sosial Lukman Simandjuntak merasa Presiden terpilih Prabowo Subianto kehilangan hasrat mengajak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masuk koalisi pemerintahan mendatang.

Lukman melihatnya dari dua pernyataan Prabowo Subianto, pertama menyebut Bung Karno milik seluruh rakyat bukan hanya seolah milik satu partai, dan kedua minta agar pemerintahannya tidak diganggu jika tidak mau kerja sama. "Dengan dua statemen ini, terlihat Prabowo, 1. Kehilangan hasrat ajak PDIP masuk koalisi," ucapnya.

Baca Juga: Jokowi Masih Belum Rela Sorotan Publik Hingga Aktor Politik Beralih ke Prabowo

Selain itu juga memperlihatkan Prabowo Subianto tidak siap dengan sikap kritis oposisi dan mempunyai potensi otoriter. "2. Tak siap dengan sikap kritis (gangguan) oposisi. 3. Memiliki potensi Neo Otoritarianisme," imbuhnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (20/5).

Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan Presiden Soekarno bukan milik satu partai. Ia berujar bapak proklamasi itu milik seluruh rakyat Indonesia.

Prabowo menegaskan itu saat menyinggung ihwal perasaannya yang merasa didukung sejumlah presiden, termasuk Soekarno.

"Walaupun ada yang ngaku-ngaku kan selalu bahwa seolah Bung Karno milik satu partai, tidak, Bung Karno milik seluruh rakyat Indonesia. Feeling saya kayaknya beliau juga dukung saya juga kira-kira, ya kan," kata Prabowo di Rakornas PAN di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/5/2024), dikutip dari Suara.

Kemudian mengenai gangguan pihak luar, Prabowo Subianto mengaku tidak masalah dengan pihak-pihak yang enggan diajak kerja sama, hanya saja, ia meminta pihak tersebut jangan justru menjadi pengganggu. 

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover