Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menanggapi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mempertimbangkan kembali maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Mardani mengatakan hal tersebut merupakan hak Anies Baswedan karena baru pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta selama satu periode, namun PKS tetap ingin mengusung kader internal, tapi meski demikian politik selalu dinamis, dan Pilkada DKI Jakarta 2024 menurutnya spesial.
Baca Juga: Prabowo Tidak Siap dengan Sikap Kritis Oposisi
"Tentu hak Mas @aniesbaswedan karena memang beliau baru satu periode. Jadi kalau beliau mau maju monggo. @PKSejahtera sendiri dengan banyak pertimbangan tentu ingin mengajukan kader internal," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (21/5).
"Tapi politik itu dinamis. Dan sampai saat ini PKS masih mencermati, karena memang Pilkada DKI sekarang ini agak spesial (bukan lagi daerah khusus ibu kota tapi daerah khusus Jakarta). Karena itu kita lagi mencari yang betul-betul fokus urus Jakarta," imbuhnya.
Tentu hak Mas @aniesbaswedan karena memang beliau baru satu periode. Jadi kalau beliau mau maju monggo. @PKSejahtera sendiri dengan banyak pertimbangan tentu ingin mengajukan kader internal.
— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) May 20, 2024
Tapi politik itu dinamis. Dan sampai saat ini PKS masih mencermati, karena memang… pic.twitter.com/baNB9nW6J5
Sebelumnya, Anies Baswedan mengaku mempertimbangkan berbagai dukungan dari masyarakat kepada dirinya untuk maju pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Selain itu dukungan juga hadir dari partai politik (parpol).
"Sekarang saya memang dalam fase menakar mempertimbangkan, sudah ada undangan dari parpol dan kemudian masyarakat juga, bisa dibilang seminggu bisa 3 sampai 4 kali di rumah itu berdatangan, berbagai kelompok yang mengundang untuk saya kembali ke Jakarta," kata Anies, dikutip dari Detik.
Namun Anies belum ingin mengungkapkan parpol yang mulai mendukungnya untuk maju Pilkada DKI Jakarta 2024, dan meminta publik untuk menunggunya. "Nanti kita tunggu sambil jalan saja, biar teman-teman partai saja nanti," katanya.