Gibran Masih Dituduh Kolusi dan Nepotisme pada Kemenangan Pilpres 2024, Megawati Disindir

Gibran Masih Dituduh Kolusi dan Nepotisme pada Kemenangan Pilpres 2024, Megawati Disindir Kredit Foto: Istimewa

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyindir Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri terkait Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka yang masih dituduh kolusi dan nepotisme dalam kemenangannya di Pilpres 2024.

Pasalnya Megawati seperti memberi kode keras ke putrinya, Ketua DPR RI Puan Maharani untuk menggantikan posisinya sebagai Ketum PDIP dalam Rapat Kerja Nasional V PDIP, Jumat (24/5/2024), sehingga Teddy merasa kasihan dengan Gibran yang hingga kini dituduh kolusi dan nepotisme atas kemenangannya di Pilpres 2024 meskipun tidak ditemukan pelanggaran pada Undang-Undang (UU).

Baca Juga: Akibat Megawati dan Jokowi Saling Berbagi Kenikmatan Jatah Kekuasaan

"Bu Mega.. Kasihan Mas Gibran ya.. Dia yang dipilih oleh rakyat, sampai hari ini masih dituduh ada kolusi dan nepotisme walaupun dia tidak melanggar UU dan sudah diputuskan pengadilan hal itu tidak ada. Kasihan mas Gibran ya bu.. @PDI_Perjuangan," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Senin (27/5).

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berkelakar ingin bertukar posisi dengan anaknya, Puan Maharani yang merupakan Ketua DPR RI. Kelakar Megawati itu dinilai sebagai kode keras dukungan agar Puan menjadi penggantinya mempin partai banteng.

Kode keras itu dilihat oleh Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam melalui analisis pernyataan Megawati dalam pidato pembukaan Rakernas ke-V PDIP.

"Melalui pidato pembukaan Rakernas V PDIP ini, Puan Maharani mendapatkan dukungan politik terbuka dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai calon Ketum PDIP selanjutnya," kata Khoirul Umam kepada wartawan, Jumat (24/5/2024), dikutip dari Suara.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terkini

Populis Discover