Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa Dokter Tifa menilai jatah putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka 5 tahun ke depan untuk ditendang dan ditampol.
Dokter Tifa menyampaikannya menanggapi kehadiran Gibran yang ditolak mahasiswa Universitas Islam Negeri atau UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, sehingga menurutnya tanpa Jokowi, Wali Kota Solo itu bukan siapa-siapa,
Baca Juga: Jokowi Tanam Benih Kehancuran ke Prabowo Melalui Pembatalan Kenaikan UKT
"Jatah bocah ini selama 5 tahun ke depan kan memang buat ditendang sana sini, ditampol sana sini. Rumangsamu, le. Kowe ki sopo tanpa Bapakmu," ucapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (30/5).
Jatah bocah ini selama 5 tahun ke depan kan memang buat ditendang sana sini, ditampol sana sini,
— Dokter Tifa (@DokterTifa) May 29, 2024
Rumangsamu, le. Kowe ki sopo tanpa Bapakmu. pic.twitter.com/bMjdtfGQ9i
Diketahui, kedatangan Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah ditolak para mahasiswa yang disampaikan melalui spanduk di salah satu gedung.
Ketiga spanduk penolakan Gibran tersebut berisi tulisan 'Anak Haram Konstitusi Dilarang Masuk, Bunuh Politik Dinasti, dan Gibran Produk Dinasti' yang dipasang di lantai atas gedung.
Gibran rencananya akan menjadi salah satu pembicara dalam acara Peran Pemuda Menjaga Kondusifitas Usai Pemilu dalam Sebuah Gerakan Menuju Indonesia 2045 berdasarkan pamflet yang beredar, tapi dirinya tidak hadir.