Jokowi Terang-terangan Pinjam Uang Buruh Melalui Tapera

Jokowi Terang-terangan Pinjam Uang Buruh Melalui Tapera Kredit Foto: Aprillio Akbar

Akademisi Cross Culture Ali Syarief menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan meminjam uang buruh melalui kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), dimana gaji pegawai akan dipotong 3 persen.

Pasalnya Tapera hanya bisa dicairkan setelah pensiun, sehingga melalui kebijakan yang diterapkan Jokowi tersebut, negara bisa mengumpulkan Rp200 triliun per-tahun, karennya menurut Ali, Tabungan Perumahan Rakyat adalah kebijakan yang paling jahat.

Baca Juga: Ditolak di UIN Walisongo, Gibran Bukan Siapa-siapa Tanpa Jokowi

"Dipotong 3i Gaji Pegawai/bulab, bisa di cairkan setelah pensiun. Negara bisa mengumpulkan uang 200T/Tahun. Jadi ini terang-terangan pinjem uang buruh. Sejahat-jahatnya kebijakan...," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (30/5). 

Melansir dari Republika, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, mengatur besaran Iuran Peserta Pekerja Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dari BUMN, Badan Usaha Milik Desa hingga perusahaan swasta.

Dalam Pasal 15 ayat 1 PP tersebut disampaikan Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3 persen dari Gaji atau Upah untuk Peserta Pekerja dan Penghasilan untuk Peserta Pekerja Mandiri.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover