Tapera Jokowi Adalah Sejahat-jahatnya Kebijakan

Tapera Jokowi Adalah Sejahat-jahatnya Kebijakan Kredit Foto: YouTube/Sekpres

Akademisi Cross Culture Ali Syarief menilai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan diterapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada peserta pekerja merupakan sejahat-jahatnya kebijakan yang pernah dibuat pemerintah.

Pasalnya melalui Tapera, Jokowi terang-terangan meminjam uang buruh, karena pencairan hanya bisa dilakukan setelah pensiun, sehingga uang yang bisa dikumpulkan negara lewat pemotongan 3 persen gaji tersebut sekitar Rp200 triliun per-tahun.

Baca Juga: Jatah Gibran 5 Tahun ke Depan untuk Ditendang dan Ditampol

"Dipotong 3 % Gaji Pegawai/bulab, bisa di cairkan setelah pensiun. Negara bisa mengumpulkan uang 200T/Tahun. Jadi ini terang-terangan pinjem uang buruh. Sejahat-jahatnya kebijakan...," ungkapnya, dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Kamis (30/5). 

Melansir dari Republika, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, mengatur besaran Iuran Peserta Pekerja Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dari BUMN, Badan Usaha Milik Desa hingga perusahaan swasta.

Dalam Pasal 15 ayat 1 PP tersebut disampaikan Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3 persen dari Gaji atau Upah untuk Peserta Pekerja dan Penghasilan untuk Peserta Pekerja Mandiri.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover