Program Magang Nasional yang diselenggarakan pemerintah menunjukkan efektivitasnya dalam mempercepat transisi lulusan baru atau fresh graduate ke dunia kerja.
Hal tersebut terlihat melalui banyaknya peserta yang baru lulus kuliah pada Agustus lalu dan kini sudah dapat bekerja hanya dua bulan setelah wisuda.
Baca Juga: Dukungan Presiden Prabowo Terhadap Sektor Pertanian Luar Biasa, Khususnya pada Distribusi Pupuk
Ini disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat meninjau langsung pelaksanaan Program Magang Nasional di salah satu perusahaan besar swasta, PT Denso Indonesia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (7/11/2025).
“Menariknya, ada beberapa peserta yang baru lulus kuliah pada Agustus lalu, dan kini sudah bisa bekerja hanya dua bulan setelah wisuda,” ucap Seskab Teddy, dikutip dari siaran pers BPMI Setpres, Minggu (9/11).
Seskab Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Ketenagakerjaan telah menginstruksikan penambahan kuota peserta magang secara signifikan. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda Tanah Air.
“Sebagai bentuk komitmen pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi anak muda, Presiden Prabowo melalui Menteri Ketenagakerjaan telah menginstruksikan pembukaan tambahan 80.000 peserta magang pada November ini, sehingga total peserta Program Magang Nasional tahun 2025 akan mencapai 100.000 orang,” jelas Seskab Teddy.
Program Magang Nasional merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan mengurangi tingkat pengangguran, terutama di kalangan muda.
Melalui kemitraan dengan dunia industri, program ini dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendorong produktivitas nasional.