Dalam delapan bulan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langkah Jakarta menuju kota global mulai menunjukkan hasil dengan kenaikan peringkat dalam Global Cities Index (GCI) 2025.
Sebelumnya, Jakarta menempati posisi ke 74 dari 156 kota dunia, dan kini di angka 71 yang menandai kemajuannya dalam aspek Human Capital dan Political Engngement, serta peningkatan konektivitas transportasi publik.
Baca Juga: Gubernur Pramono Tegaskan Tekad Bangun Jakarta Ramah dan Inklusif
Capaian tersebut didorong oleh fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani tiga tantangan utama perkotaan, yakni banjir, kemacetan, dan polusi yang terus diupayakan secara berkelanjutan hingga saat ini.
Ini disampaikan Gubernur Pramono saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Raya, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Sabtu (13/12/2025).
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja sistematis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh elemen masyarakat. Kami ingin memastikan pembangunan berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan, serta membuka kesempatan yang adil bagi setiap warga untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi bagi kemajuan Jakarta,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Sabtu (13/12).
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan bahwa GMNI sejak lama memiliki peran strategis dalam menjaga kebangsaan, nasionalisme, serta kepedulian terhadap persoalan kemiskinan.
Oleh karena itu, pembukaan Konferda V GMNI Jakarta Raya dilaksanakan di Balai Kota sebagai bentuk dukungan dan ruang dialog antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Ia berharap kepengurusan GMNI yang baru dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam upaya menurunkan ketimpangan dan kemiskinan di ibu kota.