DKI Bangun Birokrasi Jakarta Modern dengan Tingkatkan Kapasitas ASN

DKI Bangun Birokrasi Jakarta Modern dengan Tingkatkan Kapasitas ASN Kredit Foto: Dok. Pemprov DKI

Dalam mewujudkan birokrasi yang modern, profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Dasar bagi 2.519 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026 yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno di Gedung Dinas Teknis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Langkah Antisipatif Pemprov DKI Hadapi Potensi Banjir Rob

“Hari ini kita menandai sebuah peralihan: dari warga negara menjadi pelayan negara, dari pencari kerja menjadi pemikul amanah publik. Anda dipanggil untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Wagub Rano, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Jumat (16/1).

Wagub Rano menambahkan, keberhasilan pembangunan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang memadai, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang kompeten.

“Jakarta sedang bergerak maju sebagai kota global yang dituntut cepat, tanggap, inklusif, dan berkeadilan. Namun, sebesar apa pun sebuah kota, ia akan rapuh bila manusianya kehilangan arah. Pembangunan sejati tidak dimulai dari beton dan baja semata, melainkan dari karakter manusia yang mengelolanya,” imbuhnya.

Wagub Rano juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi Jakarta yang modern serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Saya mengajak seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS untuk mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab. Dari sinilah kita membangun birokrasi Jakarta yang modern dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Dalam arahannya, Wagub Rano menyampaikan lima nilai utama yang menjadi panduan ASN Jakarta sebagaimana disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yakni talenta, pendidikan, pengalaman, inovasi, dan integritas.

“Talenta adalah amanah Tuhan yang harus dipersembahkan untuk pelayanan. Pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan kejernihan berpikir. Pengalaman mengajarkan kerendahan hati, inovasi menuntut keberanian untuk berbenah, dan di atas semuanya ada integritas yang menjaga kepercayaan publik,” tuturnya.

Menurut Wagub Rano, birokrasi Jakarta saat ini dihuni oleh berbagai generasi dengan latar belakang yang beragam. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan melalui budaya kerja yang saling menghargai, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini