Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melaporkan kinerja positif pada Triwulan I (Januari–Maret) 2026, meski ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah masih membayangi.
Dalam periodei ini, Indonesia berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp465,2 triliun.
“Pertumbuhan investasi sebesar 7,2% pada triwulan pertama menunjukkan bahwa minat investor, baik domestik maupun asing, tetap terjaga di tengah dinamika global,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dikutip dari siaran pers BKPM, Sabtu (25/4).
Selain mendorong pertumbuhan, investasi juga memberikan dampak langsung ke ekonomi riil. Realisasi investasi tersebut juga berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja Indonesia, meningkat sebesar 18,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi struktur, komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) relatif seimbang, masing-masing sebesar Rp250,0 triliun (50,1%) dan Rp248,8 triliun (49,9%). Keseimbangan ini mencerminkan terjaganya kepercayaan investor global sekaligus meningkatnya daya saing pelaku usaha domestik.
Sebaran investasi juga semakin merata. Realisasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp251,3 triliun (50,4%), melampaui Pulau Jawa sebesar Rp247,5 triliun (49,6%), yang menegaskan peran investasi dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional.
“Dominasi realisasi investasi di luar Pulau Jawa menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi semakin inklusif. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi yang mendorong investasi menyebar ke berbagai daerah,” ungkap Rosan.
Baca Juga: DKI Bangun Birokrasi Jakarta Modern dengan Tingkatkan Kapasitas ASN
Baca Juga: Presiden Prabowo Targetkan Kampung Haji Terbangun dalam 3 Tahun ke Depan
Secara sektoral, investasi masih didominasi oleh industri pengolahan, khususnya industri logam dasar dengan nilai Rp69,4 triliun, yang menjadi pendorong utama hilirisasi.
Secara keseluruhan, realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau hampir 30i total investasi pada triwulan ini, dengan pertumbuhan sebesar 8,2% (year-on-year).