Partai Solidaritas Indonesia buka suara terkait latar belakang pendidikan ketua umum partai tersebut, Giring Ganesha yang ternyata tidak menuntaskan studi S1 di Kampus Paramadina yang pernah dipimpin Gubernur Anies Baswedan. Giring dikeluarkan dari kampus tersebut pada 2011 silam.
Juru bicara PSI, Ariyo Bimo tampak santai menanggapi hal tersebut, sebab menurutnya mahasiswa yang di DO dari kampusnya bukan berarti mereka bodoh atau tidak mampu dibidang akademik. Buktinya kata dia pediri facebook Mark Zuckerberg yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia sekarang ini juga pernah dikeluarkan dari kampusnya.
Baca Juga: Pidato Giring Disambar Rocky Gerung: Kalau Mau Ngejar Anies Jangan Naik Cebong
“Mark Zuckerberg saja salah satu orang terkaya di dunia perna DO, Bill Gates pun pernah di DO. Tidak ada yang bilang Zuck dan Gates bodoh, tapi mereka punya prioritas pada suatu masa dalam hidupnya,” tegas Ariyo ketika dikonfirmasi Selasa (28/12/2021).
Sejumlah pihak memang sedang menyoroti latar belakang pendidikan Giring masalah pendidikan Giring ini diusik diduga buntut dari pidatonya yang menyebut pempipin bodoh yang disinyalir dialamtkan untuk Anies Baswedan. Salah satu pihak yang mengkritik keras latar belakang pendidikan Giring adalah Komisaris Taman Impian Jaya Ancol Geisz Chalifah.
“Saya heran mengapa tanggapannya menjadi ad hominem? Mengapa tidak didebat saja argumentasi PSI mengenai pemimpin 2024?. Apakah ini karena apa yang disampaikan Giring tidak bisa dibantah sehingga harus masuk ke soal-soal seperti ini?” kata Ariyo.
Menurut Ariyo, seseorang yang DO dari kampus bukan berarti tidak bisa menjadi pemimpin. Sebab, tidak selalu ada korelasi antara pendidikan dan kepemimpinan. Di sisi lain saat itu juga Giring lebih giat dalam aktivitas bermusiknya. Ia menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar.
Baca Juga: Ngeri! Pendakwah Kondang Ini Bilang Indonesia Bakal Jadi Negara Taliban Jika Dipimpin Anies Baswedan
“Wajar ketika anak muda sudah mengenal uang, independen, dan mandiri harus memilih prioritas. Pilihan-pilihan seperti ini biasa dalam kehidupan anak muda.” tuntasnya .