"Tunda Usulan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line di Masa Pandemi"

"Tunda Usulan Kenaikan Tarif KRL Commuter Line di Masa Pandemi" Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Anggota Fraksi PKS DPR RI Toriq Hidayat menyebutkan saat ini bukanlah saat yang tepat bagi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan kenaikan tarif dasar KRL Commuter Line.

Menurutnya, banyak masyarakat mengeluh dengan besarnya beban pengeluaran yang harus ditanggung. Harga kebutuhan pokok naik, minyak misalnya. Daya beli masyarakat masih rendah akibat dampak pandemi Covid-19.

“Pandemi belum usai, bahkan ada potensi varian baru Covid-19, yang hadirkan ancaman gelombang ketiga. Seharusnya pemerintah menambah subsidi atas moda transportasi umum ini, daripada berwacana untuk menaikan tarif,” kata Toriq dilansir fraksi.pks.id pada Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Megawati Tuding Ada Benalu Manfaatkan Pandemi, Pengamat Minta Bongkar!

Anggota Komisi V ini meyebutkan sepanjang tahun 2021 terjadi penurunan pengguna KAI Commuter line. Untuk wilayah operasi jabodetabek turun sebanyak 19,6% dibanding jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang tahun 2020. Akibat kebijakan PPKM dan melemahnya daya beli masyarakat.

“Akibat pandemi, hampir 20 % jumlah pengguna KAI Commuter line Jabodetabek turun pada tahun 2021. Namun potensi kenaikan ke depan cukup besar, mengingat sebagian masyarakat mengaku tidak punya pilihan lain sebagai transportasi dengan akses cepat dan lebih nyaman,” ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini