Pengamat Komunikasi Sentil Menteri Investasi Bahlil, Menohok

Pengamat Komunikasi Sentil Menteri Investasi Bahlil, Menohok Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga mewanti-wanti Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terkait suara politiknya mengatasnamakan pengusaha agar Pilpres 2024 diundur.

Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu khawatir pendapat Bahlil dimanfaatkan oleh para oligarki.

Baca Juga: Kubu Sebelah Harap Tenang, Lihat Nih 77 Persen Rakyat Puas Kinerja Jokowi-Maruf

"Berbekal pendapat umum palsu inilah yang dikhawatirkan akan dijadikan pembenaran untuk mengamendemen konstitusi," jelas Jamiluddin kepada GenPI.co, Rabu (12/1).

Cara-cara seperti ini banyak dilakukan di negara demokrasi, yang mana para oligarki sangat berperan.

"Para oligarki lihai membentuk pendapat umum palsu untuk menggolkan keinginannya," tegasnya.

Pendapat umum palsu itu kemudian dijadikan tameng untuk mendesak mengubah peraturan yang menghalangi keinginan mereka.

"Para oligarki tidak akan peduli dengan pendapat umum murni dari rakyat," jelasnya.

Apalagi, hasil survei menyatakan mayoritas rakyat tidak menghendaki masa penambahan jabatan presiden atau tiga periode, dengan sendirinya akan mereka samarkan.

Baca Juga: Murka! Ustaz Ini Bilang Habib Bahar Bakal Dihukum Pancung Kalau…..

"Para oligarki akan menggunakan banyak cara untuk terus menyuarakan penambahan masa jabatan presiden," tuturnya.

Oleh karena itu, mereka akan memanfaatkan banyak pihak sebagai juru bicara pembentuk opini palsu hingga tujuannya terwujud.

"Saya meminta pihak-pihak pro-demokrasi harus jeli membaca gerak gerik para oligarki ini," ucapnya.

Jamiluddin menjelaskan, sekali pendapat umum palsu terbentuk, mereka akan gunakan sebagai pembenaran mewujudkan tujuannya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini