Kritik Pernyataan Bahlil, Pengamat: Itu Tugas Tambahan Pemerintah!

Kritik Pernyataan Bahlil, Pengamat: Itu Tugas Tambahan Pemerintah! Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah memberi tanggapan terkait pernyataan Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Seperti diketahui, Bahlil mengatakan dunia usaha setuju jika Pilpres 2024 diundur. Dengan kata lain, hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya masa jabatan Presiden Jokowi.

Menurutnya, dampak pada dunia usaha tersebut adalah persoalan yang berbeda dari upaya untuk menunda Pilpres 2024.

"Persoalan berdampak pada dunia usaha menjadi tugas dan pekerjaan tambahan bagi pemerintah," ujar Dedi dilansir dari genpi pada Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Tokoh Ini Jadi Penangguhan Penahanan Ferdinand, Siapa Tuh?

Sebab, menurutnya, pemerintah harus hadir untuk mengatur negara supaya dunia usaha tetap bisa berjalan dengan baik bersama dengan jalannya konstitusi.

"Pemerintah harus upayakan bagaimana caranya untuk tetap menjalankan konstitusi sekaligus melangsungkan usaha dan perekonomian agar tetap baik," ucap Dedi.

Menurut Dedi, pernyataan Bahlil tetap disahkan sebagai pendapat. Namun, Indonesia sudah bersepakat untuk menggunakan sistem demokrasi elektoral.

Dengan demikian, menurut Dedi, keinginan pengusaha yang disuarakan oleh Bahlil tidak akan semudah itu tercapai.

"Artinya, mau tidak mau, harus mengikuti konstitusi terlebih dahulu dibandingkan dengan mengikuti dunia usaha," ucapnya.

Baca Juga: Omicron Merajalela, Indonesia Harus Berkaca Dari Negara Lain!

Menurut Dedi, negara harus bertanggungjawab terhadap kelangsungan demokrasi, yakni menggelar pemilihan presiden untuk mendapatkan pemimpin baru. 

"Salah satunya, yakni dengan melangsungkan pemilihan umum ataupun pemilihan-pemilihan sejenisnya yang memang sudah diatur di dalam undang-undang," tandasnya. 

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini