Apa Itu Komunitarianisme?

Apa Itu Komunitarianisme? Kredit Foto: Flickr.com

Ahli Teori Komunitarian Terkemuka

Sementara istilah "komunitarian" diciptakan pada tahun 1841, filosofi "komunitarianisme" yang sebenarnya bersatu selama abad ke-20 melalui karya-karya filsuf politik seperti Ferdinand Tönnies, Amitai Etzioni, dan Dorothy Day.

Ferdinand Tonnies

Sosiolog dan ekonom Jerman Ferdinand Tönnies (26 Juli 1855—9 April 1936) mempelopori studi komunitarianisme dengan esai mani 1887 "Gemeinschaft and Gesellschaft" (Jerman untuk Komunitas dan Masyarakat), membandingkan kehidupan dan motivasi individu yang hidup dalam penindasan tetapi memelihara komunitas dengan mereka yang hidup dalam masyarakat yang impersonal tetapi membebaskan. Dianggap sebagai bapak sosiologi Jerman, Tönnies ikut mendirikan Masyarakat Jerman untuk Sosiologi pada tahun 1909 dan menjabat sebagai presidennya sampai tahun 1934, ketika ia digulingkan karena mengkritik Partai Nazi.

Baca Juga: Apa Itu Komunisme Nasional?

Amitai Etzioni

Sosiolog Israel dan Amerika kelahiran Jerman Amitai Etzioni (lahir 4 Januari 1929) terkenal karena karyanya tentang dampak komunitarianisme pada sosial ekonomi. Dianggap sebagai pendiri gerakan “komunitarian responsif” pada awal 1990-an, ia mendirikan Jaringan Komunitarian untuk membantu menyebarkan pesan gerakan tersebut. Dalam lebih dari 30 bukunya, termasuk The Active Society dan The Spirit of Community, Etzioni menekankan pentingnya menyeimbangkan hak individu dengan tanggung jawab kepada masyarakat.

Amitai Etzioni berbicara selama pertemuan tahunan Universitas Clinton Global Initiative 2012 ke-5 di Universitas George Washington pada 31 Maret 2012 di Washington, DC

Amitai Etzioni berbicara selama pertemuan tahunan Universitas Clinton Global Initiative 2012 ke-5 di Universitas George Washington pada tanggal 31 Maret 2012 di Washington, DC. Kris Connor/Getty Images

Dorothy Day

Jurnalis Amerika, aktivis sosial dan anarkis Kristen Dorothy Day (8 November 1897—29 November 1980) berkontribusi pada perumusan filosofi komunitarian melalui karyanya dengan Catholic Worker Movement yang ia dirikan bersama dengan Peter Maurin pada tahun 1933.

Menulis di surat kabar Catholic Worker kelompok itu, yang dia edit selama lebih dari 40 tahun, Day mengklarifikasi bahwa merek gerakan komunitarianisme yang welas asih didasarkan pada dogma Tubuh Mistik Kristus.

Baca Juga: Duh... Tokoh Papua Sebut Cuma Manusia Berpaham Komunis Yang Senang Usai FPI Dibubarkan, Gimana Nih?

“Kami bekerja untuk revolusi komunitarian untuk menentang individualisme kasar dari era kapitalis dan kolektivisme revolusi Komunis,” tulisnya. “Baik keberadaan manusia maupun kebebasan individu tidak dapat dipertahankan lama di luar komunitas yang saling bergantung dan tumpang tindih yang menjadi milik kita semua.”

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini