10 Tahun Jadi Buron, Koruptor Pembangunan Terminal Sigli Diciduk di Bogor

10 Tahun Jadi Buron, Koruptor Pembangunan Terminal Sigli Diciduk di Bogor Kredit Foto: Akurat

Perburuan terhadap buronan baik tersangka maupun terpidana terus dilakukan Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan RI.Kejaksaan memastikan tak ada tempat sembunyi aman bagi buronan perkara pidana.

Terbaru, Tim Tabur berhasil menangkap koruptor proyek pembangunan Terminal Terpadu Tahap II Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh setelah 10 tahun buron.

Baca Juga: Refly Harun: KPK Makin Buruk, Tangkap Buron Tunggu Covid Mereda

Penangkapan dilakukan pada Kamis (13/1/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Bogor. Buronan korupsi yang berhasil ditangkap Tim Tabur Kejagung dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Aceh tersebut yaitu Irwanto bin Ilyas Direktur PT Buena Rezeki.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan Irwanto yang sudah berstatus terpidana ditangkap di Taman Burgenvil Golf B3 Nomor 3 Sukaraja, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Selanjutnya terpidana akan dibawa ke Aceh pada hari Jumat ini untuk dieksekusi dalam rangka menjalani hukuman,” kata Leo, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga: KPK Ada-ada Saja, Tangkap Buronan Korupsi Tunggu Covid-19 Mereda, Refly Harun: Logika Yang Aneh!

Adapun penangkapan terpidana mengacu putusan Mahkamah Agung Nomor: 461K/PID.SUS/2011 tanggal 27 Juli 2011 yang menyatakan Irwanto terbukti korupsi proyek pekerjaan Beton bertulang dan plataran Terminal Terpadu Tahap II Kota Sigli.

Mahkamah Agung pun menghukum terpidana empat tahun penjara terkait korupsi proyek bersumber dari APBD Kabupaten Pidie TA 2006 sebesar Rp3 miliar yang merugikan keuangan negara sebesar Rp845 juta.

Selain itu terpidana dihukum membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan atau jika uang denda tidak dibayar maka hukumannya bertambah enam bulan.

Baca Juga: Istana Beri Kabar Terbaru Soal Mujahidin Indonesia yang Sadis, Masyarakat Tenang, Buronan Ali Kalora Sudah Didor Terus Mati

Leo menyebutkan atas putusan Mahkamah Agung tersebut sebenarnya terhadap terpidana sudah dipanggil secara patut oleh Tim Jaksa Penyidik Kejati Aceh.

“Tapi terpidana tidak datang memenuhi panggilan sehingga yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sampai berhasil diamankan setelah pencarian diintensifkan oleh Tim Tabur Kejagung,” ungkap Leo.

Dia pun kembali menghimbau kepada para buronan yang menjadi DPO Kejaksaan di seluruh Indonesia untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini