Kinerja dua menteri presiden Joko Widodo menjadi sorotan publik lantaran dinilai tak memberi kontribusi kepada pemerintah dalam penanganan Pandemi Covid-19. Kedua menteri dengan kinerja paling payah itu yakni Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah.
Baca Juga: Jokowi Kumpulkan Semua Petinggi Partai Pendukung, Bisa Jadi Bahas Reshuffle Kabinet
Hal ini berdasarkan surveiLembaga Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA). Survei dilakukan pada 27 hingga 31 Agustus 2021 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi.
Survei menggunakan metode wawancara langsung dan pengambilan sampel dilakukan secara acak. Adapun margin of error survei 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebanyak 31,25 persen responden menganggap Lutfi paling tidak memberikan kontribusi terhadap kinerja pemeritah, sementara ada 26,41 persen responden yang menilai Ida untuk hal yang sama.
Sementara kinerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dianggap bekerja paling optimal.
"Menteri PUPR (dipilih) 45,83 persen (responden)," kata Direktur Eksekutif CISA, Herry MenKdrofa, dikutip Minggu (5/9/2021).
Terkait kinerja dua menteri Jokowi yang jeblok itu, Pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi memberi respon, menurutnya Presiden tidak harus mencopot ataureshuffle para menteri tersebut.
Namun, jika tidak bisa diperbaiki, berarti yang bermasalah adalah kepemimpinan dan manajemen kinerja yang tidak pas dilakukan oleh menteri tersebut.
"Memang solusinya tidak harus reshuffle. Bisa saja dilakukan dengan pembinaan oleh wakil presiden atau oleh menteri koordinator," kata Asrinaldi kepada wartawan.