Novel Bamukmin: Seseorang yang Dianggap Penjahat Bawalah ke Pengadilan Bukan ke Kuburan (Dibunuh)

Novel Bamukmin: Seseorang yang Dianggap Penjahat Bawalah ke Pengadilan Bukan ke Kuburan (Dibunuh) Kredit Foto: Instagram/Novel Bamukmin

Tim advokasi korban KM50 Novel Bamukmin menyoroti ucapan ahli yang didatangkan di persidangan kasus tewasnya pengawal Habib Rizieq di Tol Cikampek KM 50.

Dalam persidangan tersebut, ahli yang didatangkan merupakan pakar kepolisian dari Universitas Krisnadwipayana Warasman Marbun.

Novel menyayangkan, seolah ahli menganggap enam pengawal Habib Rizieq ialah seorang penjahat.

"Kalau pun seseorang disebut penjahat, tanggung jawab polisi adalah membawa penjahat ke pengadilan," kata Novel Bamukmin kepada GenPI.co, Rabu (19/1).

Baca Juga: Bener Gak Sih, PKS dan Habib Bahar Ada Hubungannya Sama Pelaporan Kaesang-Gibran ke KPK

Usai penjahat dibawa ke pengadilan, proses hukum dilakukan.

Dengan demikian, Novel menyebut semua akan tahu mana yang salah dan mana yang benar.

"Bukan malah membawanya ke kuburan (dibunuh)," katanya.

Sebelumnya, Pakar Kepolisian Warasman mengatakan, dalam doktrin internasional, apa yang dilakukan petugas kepolisian terhadap pengawal Rizieq sudah benar.

"Saya sebutkan dalam doktrin internasional, daripada petugas (polisi) yang mati, lebih bagus penjahat yang mati," kata Warasman di PN Jaksel, Selasa (18/1).

Baca Juga: Peringatan Keras Novel 212 untuk Abang Ferdinand yang Meringkuk di Penjara: Segera Bertobat Sebelum Nyawa Anda…

Hal itu lantas ditampik Novel yang menganggap sebelum ada putusan pengadilan, seseorang tak bisa begitu saja dianggap sebagai seorang penjahat.

Menurut Novel Bamukmin, ada asas praduga tak bersalah yang harus dihormati semua pihak.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Populis Discover

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini