Pemindahan IKN Terus Disebut Sebagai Program PKI, Benar Nggak Sih?

Pemindahan IKN Terus Disebut Sebagai Program PKI, Benar Nggak Sih? Kredit Foto: GenPI

Proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan. Pasalnya, banyak pro dan kontra yang terjadi di tengah masyarakat terkait IKN baru yang dinamakan sebagai 'Nusantara' tersebut.

Di sisi banyaknya dukungan, banyak pula kritikan yang ditujukan kepada program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut lantaran beragam sebab. Sayangnya, kritikan tersebut terkadang terlampau batas hingga menjadi sebuah narasi miring yang berpotensi menjadi informasi yang salah. 

Baru-baru ini, muncul salah satu narasi miring yang mengklaim bahwa rencana pemindahan IKN tersebut sebenarnya merupakan program Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu. Seperti diketahui, PKI kini sudah menjadi organisasi terlarang di Indonesia dan telah dibasmi oleh pemerintah Orde Baru sejak peristiwa G30S pada 1965 silam.

Ada pun narasi tersebut muncul setelah beredarnya sebuah video di sejumlah media sosial. Dalam video tersebut, terdapat klaim bahwa pemindahan IKN merupakan program PKI di tahun 1955. Ada pun narasi yang diangkat pada video tersebut adalah sebagai berikut:

"Pemindahan Ibukota ke KalTim adalah program PKI tahun 1955."

Untuk cek fakta, ternyata narasi yang diklaim tersebut adalah keliru. Narasi tersebut sebenarnya merupakan narasi lama yang sudah pernah beredar di media sosial. Sebelumnya, salah satu pemilik akun Facebook bernama Maman Rohman pernah mengedarkan video beserta narasi serupa pada September 2021 lalu.

Ada pun status kesalahan narasi tersebut sebelumnya sudah pernah diklarifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) laman resmi kominfo.go.id. Menurut Kemkominfo, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur merupakan keputusan pemerintah guna mengambil langkah pengurangan beban DKI Jakarta yang sudah sangat besar.

"Kondisi Jakarta sekarang sudah jenuh dan sulit melakukan pengembangan karena keterbatasan lahan. Selain itu, tujuan lainnya adalah pemerataan pembangunan di Indonesia yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa," tulis laman tersebut.

Selain itu, alasan dipilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi IKN baru dikarenakan lokasinya dianggap strategis dan berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Selain itu, disebutkan pula bahwa lokasi tersebut minim resiko bencana seperti banjir, gempa bumi, ataupun tsunami.

"Alasan lainnya dukungan infrastruktur yang lebih lengkap serta adanya lahan pemerintah seluas 180.000 hektar," lanjut laman itu.

Selain itu, sejauh ini pun tak ditemukan informasi yang valid baik dari artikel-artikel media massa, catatan sejarah, maupun sumber kredibel lainnya yang mendukung klaim pada narasi tersebut. 

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa narasi tersebut merupakan hoaks. Merujuk kepada '7 Tipe Mis dan Disinformasi' hoaks tersebut tergolong ke dalam kategori 'misleading content' atau konten yang menyesatkan, yakni penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

Dalam hal ini, pelaku menggunakan infromasi sesat lewat narasi yang mengklaim bahwa pemindahan IKN merupakan program PKI di tahun 1955. Hal ini ditujukan pelaku untuk membingkai isu pemindahan IKN ke Kalimantan Timur sehingga mampu menyesatkan khalayak serta mencoreng nama pemerintah selaku pelaksana program tersebut dengan mengaitkan kepada PKI sebagai organisasi terlarang.

Baca Juga: Geger! Yang Ngomong Begini Ustad! Ibu Kota Pindah, Itu Program PKI

Populis Discover

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini